JawaPos.com - Komika Mongol Stres mengaku tidak langsung percaya saat pertama kali menerima kabar meninggalnya komedian Simson Rarameha Ngadang alias Temon.
Keyakinannya baru muncul setelah melihat perubahan status WhatsApp milik rekan-rekan sesama komedian, seperti Abdel Achrian dan Cak Lontong, yang mengabarkan duka atas kepergian Temon.
"Yang membuat saya percaya beliau sudah meninggal adalah perubahan status WA nomor handphone beliau. Kalau berita tentang beliau meninggal sebelumnya saya dapat WA kalau beliau meninggal, cuma saya googling kok nggak ada berita. Cuma pas perubahan status WA-nya Cing Abdel sama beliau sama Cak Lontong, saya langsung, 'Oh, berarti benar,'" ujar Mongol di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan.
Demi memberikan penghormatan terakhir kepada sang sahabat, Mongol Stres langsung mencari tiket dari Bali menuju Jakarta. Sayangnya pada Minggu kemarin Mongol tidak berhasil mendapatkan tiket pesawat.
Baca Juga: Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
"Saat itu juga saya minta tolong dicariin tiket, cari di aplikasi nggak ada sama sekali. Ada sisa bisnis yang membuat saya mikir untuk beli. Akhirnya saya berangkat pagi-pagi pesawat pertama penerbangan dari Bali. Dari Bali langsung ke sini, ke rumah duka, langsung ke sini (pemakaman)," tuturnya.
Di mata Mongol, Temon bukan hanya sosok komedian dan aktor senior, tetapi juga sahabat yang rendah hati dan selalu bersedia berbagi pengalaman kepada rekan-rekan sesama publik figur. Menurutnya, Temon tidak pernah menempatkan diri sebagai seniman yang harus dihormati.
"Beliau adalah orang yang baik hati. Beliau adalah orang yang tidak pernah merasa diri sebagai seorang seniman yang harus dihormati. Tapi beliau menjadi seperti abang, kayak saudara, kayak teman yang kita bisa saling share, bertukar ilmu untuk bisa mempertahankan diri di dunia entertain," kata Mongol Stres.
Persahabatan Mongol dan Temon telah terjalin sejak awal Mongol meniti karier di dunia stand-up comedy sekitar 2011 silam. Sejak saat itu, komunikasi mereka terus terjalin dengan baik hingga akhir hayat Temon.
Mongol juga mengaku tidak pernah mengetahui tentang kondisi kesehatan Temon. Karena setiap kali bertemu, mereka lebih sering membahas pekerjaan, honor manggung, hingga bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai karakter penonton.
"Kita ngomongin dibayar berapa lu? Jadi kita jujur-jujur pelawak kan karena apa aja bisa jadi materi. Dia selalu bilang, 'Lu kalau mahal tuh kelihatan dari aksesoris lu. Kalau aksesoris segambrang pasti mahal tuh,'" kenangnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Mata Kiri Desta Berangsur Pulih Usai Alami Pendarahan Akibat Terkena Smash Bola
Selain itu, Mongol Stres juga mengaku banyak belajar dari Temon tentang dunia seni peran. Sementara Mongol Stres berbagi pengalaman tentang dunia stand-up comedy.
"Kita ngobrol gimana sih caranya menaklukkan panggung kalau penontonnya jenderal, ya gitu-gitu lah, kita berbagi. Nah saya bertanya ke beliau soal bagaimana main film, main sinetron. Karena saya kan dari stand up, bukan dari pemain sinetron," kata Mongol.