← Beranda
Film Slaughterground (Hujan Kematian) Raih 3 Penghargaan Sekaligus di BIFAN 2026 
Abdul RahmanRabu, 8 Juli 2026 | 21.25 WIB
Film Slaughterground (Hujan Kematian) karya Sidharta Tata meraih 3 oenghargaan sekaligus di BIFAN 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Slaughterground (Hujan Kematian), proyek film survival horror garapan sutradara Sidharta Tata mencetak prestasi internasional yang membanggakan. Film tersebut meraih tiga penghargaan sekaligus dalam Network of Asian Fantastic Films (NAFF) 2026.

Pencapaian tersebut diraih dalam rangkaian market resmi Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) ke-30 yang berlangsung di Bucheon, Korea Selatan, pada 4-7 Juli 2026.

Film ini diproduseri Ajish Dibyo dan Pramudya Andika, dengan Annisa Adjam sebagai co-producer. Proyek tersebut dikembangkan oleh Aftersun Creative bersama Nuon Film, Kosmik, Kebon Studio, dan Spasi Moving Image sebagai mitra produksi.

Slaughterground merupakan adaptasi dari komik populer Locust karya Iskandar Salim yang telah dibaca lebih dari satu juta pembaca. Cerita yang kuat dan konsep horor yang unik menjadi daya tarik utama proyek ini di pasar film internasional.

Baca Juga: Padi Reborn Hadirkan Konser Dua Delapan Versi Sinematik, Abadikan Momen Magis Panggung 360

Di NAFF 2026, Slaughterground berhasil masuk dalam jajaran 12 proyek terpilih dari total 258 proposal yang berasal dari 47 negara. Seleksi tersebut menempatkan film ini di antara proyek-proyek genre terbaik Asia yang berkesempatan dipertemukan dengan investor, distributor, sales agent, hingga calon mitra ko-produksi dari berbagai negara.

Selama mengikuti rangkaian NAFF Project Market, tim Slaughterground menjalani 27 pertemuan bisnis dengan pelaku industri film global. Hasilnya, proyek ini menjadi salah satu yang paling menonjol dengan memborong tiga penghargaan industri sekaligus pada malam penganugerahan 7 Juli 2026.

Tiga penghargaan yang berhasil diraih adalah Abnormal Studios VFX Award, Mocha Chai Laboratories Post Production Award, dan Hive Filmworks Inc. Cash Award. Penghargaan tersebut memberikan dukungan konkret berupa fasilitas visual effects, layanan pascaproduksi, hingga pendanaan untuk pengembangan proyek ke tahap berikutnya.

Tim produser menyebut penghargaan tersebut menjadi suntikan semangat besar bagi perjalanan film ini menuju tahap produksi. Mereka juga menilai pengakuan dari pelaku industri internasional membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada NAFF, BIFAN, dan seluruh mitra industri yang telah memberikan kepercayaan kepada Slaughterground. Penghargaan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus mengembangkan film ini dengan standar kreatif dan produksi yang maksimal, sekaligus memperluas kolaborasi internasional agar kisah yang berakar dari Indonesia ini dapat menjangkau penonton di berbagai belahan dunia," ujar tim produser.

Berlatar Indonesia pada tahun 1966, film Slaughterground (Hujan Kematian) mengangkat kisah seorang ibu dan anak tirinya yang terjebak di wilayah terkutuk.

Setiap kali hujan turun, kawanan belalang mematikan muncul dan mengancam nyawa siapa pun yang berada di sana.

Mereka harus berpacu dengan waktu untuk menemukan jalan keluar sebelum badai berikutnya datang membawa maut.

Bagi Sidharta Tata, pencapaian ini menambah catatan positif dalam kariernya sebagai sutradara film horor Indonesia. Sebelumnya, ia sukses dengan film Waktu Maghrib yang menembus lebih dari 2,4 juta penonton pada 2023.

Baca Juga: Maia Estianty Curhat Perubahan Respons Tubuh Akibat Mau Menopause

Dia kemudian melanjutkan kiprahnya lewat Respati yang tampil di BIFAN, serta Ikatan Darah yang menggelar pemutaran perdana dunia di Fantastic Fest.

Kini, Slaughterground digadang-gadang menjadi proyek ambisius berikutnya yang berpotensi memperluas jangkauan film genre Indonesia di pasar internasional.

EDITOR: Abdul Rahman