← Beranda
Bayu Skak Takjub Saat Berinteraksi dan Mengenal dari Dekat Orang Madura
Abdul RahmanSelasa, 7 Juli 2026 | 02.15 WIB
Film Foufo arahan sutradara Bayu Skak. (istimewa)

 

JawaPos.com - Untuk pertama kalinya Bayu Skak lewat film terbarunya berjudul Foufo menggelar roadshow ke Jawa Timur hingga sampai ke Madura.

Film garapan rumah produksi Skak Studios dan Sinemart menggelar roadshow dan menggelar acara nobar hingga ke Madura, tepatnya di bioskop KCM Pamekasan, dan kemudian dilanjutkan dengan Madura Fest yang unik dan meriah.

Roadshow ke Madura menjadi momentum film Foufo pulang kampung dan bertemu dengan banyak warga yang identitas, budaya, dan ceritanya direpresentasikan lewat film ini.

Film Foufo merupakan film mengangkat tentang kebudayaan Madura dan menjadi film tentang budaya Madura pertama yang diangkat ke layar lebar Indonesia.

Baca Juga: Tantri Kotak Sebut Poppy Nupitasari Manfaatkan Penderita Kanker untuk Cari Investor

Bayu Skak mengaku takjub saat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan orang Madura.

"Salah satu yang membuat saya takjub saat bertemu dan melihat orang Madura adalah keberanian mereka dan rasa cinta kasih mereka kalau sudah punya keinginan," ungkap Bayu Skak.

Produser sekaligus sutradara film Foufo juga mengaku takjub dengan orang Madura yang sangat menghargai dan menghormati kedua orang tuanya.

"Dan di film ini, seorang anak dari keluarga Madura sangat mengutamakan dan memegang janjinya untuk Ibunya," katanya.

Film Foufo menceritakan tentang Muslim (Tretan Muslim), seorang pengepul rongsok keturunan Madura yang terdesak harus segera melunasi sisa biaya ibadah haji ibunya.

Situasi jadi berubah ketika dia menemukan bangkai UFO jatuh di pinggiran kota. Alih-alih menjual besi UFO, Muslim justru menyembunyikan UFO dan alien sekarat, lalu dia namai Foufo.

Baca Juga: Tantri Kotak Kini Bersyukur Uang Miliaran Rupiah Jadi Korban Penipuan, Ini Alasannya

Di luar dugaan, teknologi canggih Foufo berhasil menyelesaikan berbagai masalah keluarga Muslim. Namun, konflik memuncak saat tenggat waktu pelunasan haji tiba dan Foufo kehabisan energi.

Muslim kini dihadapkan pada dilema krusial, apakah memberangkatkan haji ibunya, atau membantu Foufo pulang ke kapal induknya?

EDITOR: Abdul Rahman