← Beranda
Assisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Padahal Belum Lulus S1, Netizen: Peringatan Darurat
Abdul RahmanSenin, 29 Juni 2026 | 19.41 WIB
Raffi Ahmad bersama asisten pribadinya, Mufli Budi Ananda, yang kini menjadi Komisaris PT Krakatau Posco. (Threads: ilhampid)

 

JawaPos.com - Media Sosial dihebohkan dengan kabar terpilihnya asisten Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco. Netizen menyorotinya karena latar belakang pendidikan hingga pengalamannya yang tidak ada di bidang industri baja.

Pendidikan Mufli Budi Ananda yang diduga belum lulus S1 tidak luput dari perhatian netizen. Ia hanya lulusan D3 atau Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung.

Mufli Budi Ananda memang sempat kuliah S1 di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada 2012 silam. Namun karena satu dan lain hal, Mufli tidak sampai lulus.

"Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad (selebriti pendukung Prabowo-Gibran), diangkat jadi Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan baja raksasa joint venture tanpa perlu S1," komentar salah satu netizen di akun media sosial Threads.

Baca Juga: Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak: Kok Bisa Setega Itu?

"Peringatan darurat. Asisten Raffi Ahmad Mufli Budi Ananda jadi komisaris Krakatau Posco. Pendidikan : D 3. Pengalaman : Asisten Andara. Tiba tiba komisaris ..?," timpal yang lainnya.

Netizen sangat menyayangkan ia ditunjuk menjadi Komisaris PT Krakatau Posco yang dianggap belum lulus S1. Sementara perusahaan ini termasuk perusahaan strategis nasional.

"Perusahaan ini mengelola aset negara strategis dengan produksi jutaan ton baja per tahun. Rakyat kecil harus kerja keras kuliah dan tes berlapis, tapi orang dekat selebriti langsung dapat jabatan tinggi," ungkap netizen.

Netizen lainnya menyoroti pengalaman Mufli Budi Ananda di bidang industri baja. Netizen meyakini Mufli tidak punya pengalaman sama sekali di bidang ini.

"Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad yang diangkat jadi komisaris. Kuliahnya tidak lulus dan 0 pengalaman di dunia industri," tuturnya.

Baca Juga: Tantri Kotak Segera Tempuh Langkah Hukum Usai Menjadi Korban Penipuan Poppy Nupitasari

"Mau jadi apa itu perusahaan dipimpin sama mereka. Bisa-bisa berubah dari PT jadi Gunung Krakatau," timpal yang lainnya.

EDITOR: Abdul Rahman