← Beranda
Via Vallen Kesal Dituding BU oleh Netizen Gara-gara Jual Mobil BMW
Abdul RahmanJumat, 5 Juni 2026 | 16.23 WIB
Penyanyi dangdut Via Vallen. (Instagram: viavallen)

 

JawaPos.com - Keputusan Via Vallen menjual mobil BMW 430i Convertible melalui unggahan media sosialnya mendapat tudingan negatif dari netizen. Penyanyi dangdut yang meledak lewat tembang Sayang dituding BU sampai harus menjual mobil mewahnya.

Via Vallen tidak terima atas tudingan tidak bertanggung jawab dari pengguna media sosial. Dia pun memberikan penjelasan kenapa akhirnya memilih menjual mobilnya tersebut.

Menurut dia, keputusan menjual BMW karena mobil itu kurang terasa manfaatnya karena jarang digunakan.

"Barang nggak kepake, tapi pajak tetap harus bayar. Pada mau bayarin apa ya," ujar Via Vallen melalui fitur broadcast channel di Instagram.

Baca Juga: Tampil Vulgar di Series, Elina Joerg Dapat Banyak Pesan DM

Istri dari Chevra Yolandi heran kenapa netizen begitu dangkal memberikan kesimpulan dirinya BU gara-gara menjual mobil. Via Vallen meminta pengguna media sosial tidak dengan mudah berkomentar sebelum tahu fakta yang sebenarnya.

"Aku jual mobil, jual tanah, dikomenin yang tidak-tidak. Aku jual aset ya aset aku sendiri padahal, bukan lagi ngemis juga. Jadi, ngapain mengsedih coba," keluh Via Vallen.

"Aku nggak BU BU amat jadi ngapain harus diobral asetnya," tegas penyanyi dangdut yang memilih vakum sementara dari dunia hiburan agar bisa fokus mengurusi keluarganya.

Selain itu, Via Vallen juga menyinggung soal mobil Alphard miliknya yang sempat dibakar oleh orang tak dikenal beberapa tahun lalu. Menurut dia, sebenarnya ada orang yang mau membeli mobil itu usai dibakar.

Namun, Via Vallen pada saat itu memilih tidak menjualnya dengan alasan sayang. Kini dia menyesal kenapa tidak menjual mobil itu sehingga masih ada manfaat yang dia dapat daripada dijadikan bangkai.

Baca Juga: Manajer Artis Nanda Persada Bersaksi Ruben Onsu Punya Kontribusi Angkat Sarwendah

"Sama kayak mobil Alphard aku yang kebakar dulu. Awal-awal kebakar banyak banget yang mau beli, ditawar ratusan juta. Karena sayang, disimpan aja sampai akhirnya sekarang cuma jadi bangkai yang nggak bernilai," ujarnya.

EDITOR: Abdul Rahman