← Beranda
aespa Merilis Album Studio Kedua Mereka yang Dipenuhi Para Bintang 'LEMONADE'
Meuthia NabilaSabtu, 30 Mei 2026 | 20.26 WIB
Anggota aespa di konferensi pers untuk merayakan perilisan album studio kedua mereka di sebuah hotel di Distrik Songpa, Seoul (28/5)./Yonhap

JawaPos.com - Album studio kedua aespa, 'LEMONADE,' sudah dirilis dengan lagu utama yang berjudul sama, dan kental dengan nuansa synth, yang terinspirasi dari pepatah 'jika hidup memberimu lemon, buatlah limun.'

Sehari sebelum perilisan album, aespa menggelar konferensi pers pada hari Kamis (28/5) di distrik Songpa, Seoul.

Album yang berisi 11 lagu ini, dirilis setelah full album aespa tahun 2024 berjudul 'Armageddon,' yang langsung melahirkan dua lagu hits besar, yaitu lagu utama dengan judul yang sama dan single pra-rilis 'Supernova.'

SM Entertainment selaku agensi dan label grup tersebut, mengatakan bahwa album baru ini berisi lagu-lagu yang memperkaya pengalaman mendengarkan melalui musik.

Setiap musik menggambarkan emosi tulus serta pandangan hidup, masing-masing dengan genre dan nuansa tersendiri.

“Album studio baru ini sangat berarti bagi kami. Begitu banyak orang yang menyukai album pertama kami, jadi kami mempersiapkannya dengan perasaan campur aduk antara tekanan dan kegembiraan,” ungkap Karina.  

"Kami telah memikirkan dengan matang apa yang ingin kami tunjukkan kepada pendengar. Aku rasa kami akan bisa menunjukkan seberapa jauh kami telah berkembang.”

Lagu utama 'LEMONADE,' adalah lagu dance elektronik yang didominasi oleh suara bass sintetis yang berat dan memikat. 

Para anggota mengatakan, bahwa lagu ini mengandung pesan tentang mengubah kesulitan menjadi peluang.

“Bahkan saat situasi berbahaya dan kacau melanda, pesannya adalah untuk mencampur semuanya, menikmatinya, dan melakukannya dengan penuh keceriaan,” kata Winter. 

“Bass (lagu) benar-benar membekas di benakku. Suaranya terasa kuat dan intens sejak pertama kali didengar. Suasana keseluruhannya keren, sehingga terasa cocok untuk musim panas.”

Dikutip dari Korea Times, Ningning membagikan momen di balik layar saat proses rekaman.

“Ada bagian improvisasi yang lucu yang kami rekam tepat setelah salah satu bait,” katanya sambil tertawa kecil. 

“Aku juga punya bagian (menyanyi di lagu) dalam bahasa Spanyol, dan aku selalu memeriksa pengucapanku setiap kali kami merekam.”

Album ini sangat kontras dengan lagu pra-rilis berjudul 'WDA (Whole Different Animal)' yang dirilis lebih dulu, sebuah lagu hip-hop bergenre heavy yang menampilkan vokal dari G-Dragon, dan disertai dengan visual yang gelap dan penuh dampak. 

Giselle menggambarkan kedua lagu tersebut, sebagai lagu yang menempati rentang emosional yang sama sekali berbeda.

“‘WDA’ itu gelap dan mendalam. Tapi ‘LEMONADE’ itu jenaka dan kitsch,” kata Giselle.

Selain G-Dragon, album ini juga menampilkan penyanyi pop Latin Becky G dan rapper Ty Dolla $ign, yang mencerminkan apa yang digambarkan grup tersebut sebagai ambisi yang lebih luas untuk album ini.

“Menurutku, kita sebagai seniman harus punya rasa percaya diri. Saat kamu menciptakan sesuatu dengan keyakinan, itulah yang benar-benar menyentuh hati pendengar,” kata Ningning.  

"Ada begitu banyak orang di sekitar kita, yang bekerja keras untuk menjadikan aespa seperti sekarang ini. Itulah salah satu sumber rasa percaya diri itu.”

Karina sependapat dengan apa yang diungkapkan Ningning sambil tetap bersikap realistis.

“Tentu saja aku berharap album ini sesukses album pertama kami, aku tidak akan berpura-pura sebaliknya,” katanya sambil tertawa. 

“Tapi yang paling penting, aku ingin orang-orang mendapatkan energi dari album ini." 

"Ujian dan kesulitan dalam hidupmu itu seperti lemon. Tujuannya adalah mengubahnya menjadi sesuatu yang lezat.”

EDITOR: Hanny Suwindari
Tags:aespa