← Beranda
Kunjungan Maudy Ayunda ke Aceh Tamiang Soroti Semangat Anak Lawan Keterbatasan Pendidikan di Indonesia Pasca Bencana
Risma Azzah FatinSabtu, 23 Mei 2026 | 07.27 WIB
Maudy Ayunda saat lakukan kunjungan di Aceh Tamiang (Instagram @maudyayunda)

JawaPos.com – Maudy Ayunda melakukan kunjungan ke wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur bersama Save the Children Indonesia untuk meninjau kondisi pendidikan pascabencana.

Dikutip dari akun sosial media Instagram @maudyayunda pada Jum'at (22/5), Dalam kunjungan selama tiga hari tersebut, Maudy melihat langsung berbagai kerusakan fasilitas pendidikan yang masih menjadi tantangan besar bagi proses belajar mengajar.

Kondisi sekolah yang belum pulih sepenuhnya membuat banyak siswa masih belajar dengan sarana terbatas.

Saat mengunjungi sejumlah sekolah di sekitar Langsa, Maudy mendapati berbagai fasilitas pendidikan mengalami kerusakan parah akibat banjir. Beberapa ruang kelas rusak hingga bagian atap, sementara meja dan kursi belajar dilaporkan hanyut terbawa arus.

Bahkan, sebagian siswa masih harus mengikuti kegiatan belajar dengan duduk lesehan karena keterbatasan fasilitas sekolah.

Meski berada dalam kondisi yang jauh dari kata layak, semangat belajar anak-anak di wilayah terdampak disebut tetap tinggi. Maudy menyaksikan langsung antusiasme para siswa saat mengikuti kegiatan mendongeng dan berbagi cerita bersama tim kemanusiaan.

Suasana penuh tawa dan rasa ingin tahu anak-anak menjadi gambaran kuat bahwa semangat belajar mereka belum padam.

Para guru di sekolah terdampak juga terus berupaya menjaga kualitas pembelajaran di tengah keterbatasan. Dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti daun dan bebatuan, mereka berusaha menciptakan metode belajar yang tetap menarik bagi siswa.

Upaya tersebut dilakukan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar secara kreatif meski fasilitas belum memadai.

Maudy mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan memperlihatkan tantangan pendidikan yang masih sangat mendasar pascabencana. Menurutnya, pembahasan mengenai kualitas kurikulum dan metode ideal belum menjadi prioritas utama ketika fasilitas dasar pendidikan belum terpenuhi.

Kebutuhan akan ruang kelas aman, akses menuju sekolah, serta perlengkapan belajar masih menjadi persoalan penting bagi banyak sekolah terdampak.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan, pembangunan ruang belajar sementara mulai dilakukan di SDN Pante Kera. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung bagi anak-anak terdampak bencana.

Melalui kunjungan ini, Maudy juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung pemulihan pendidikan bagi anak-anak di Aceh yang masih membutuhkan bantuan.

EDITOR: Hanny Suwindari