JawaPos.com - Kekerasan fisik dan verbal yang diduga dialami asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati dari majikannya, Rien Wartia Trigina alias Erin, semakin menjadi sorotan publik luas.
Hal itu terjadi setelah Herawati yang kerap disapa Hera membongkar perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya dari Erin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI, Senin (18/5).
Hera menyatakan, kekerasan verbal yang dilakukan Erin sudah biasa terjadi dan dialami oleh semua ART yang bekerja kepadanya.
"Kalau kata-kata kasar semua ART kena. Tapi kalau kekerasan fisik, kayaknya saya," kata Herawati.
Baca Juga: Ranty Maria Ungkap Hal yang Dianggap Menjatuhkan Rayn Wijaya, Baru Terjadi Setelah Menikah
Dia pun menceritakan kronologi kekerasan fisik yang sempat dialaminya. Menurut Hera, mantan istri Andre Taulany melakukan kekerasan fisik pada 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saya lagi membersihkan sofa di lantai 2 di rumah Ibu Erin. Ibu tiba-tiba naik ke lantai 2. Dia masuk ke kamar Mas Dio, anak pertamanya. Dia lihat gorden tidak dibuka sama kamar mandi tidak ditutup. Beliau marah ke saya,” cerita Herawati.
Erin marah besar terhadap Hera. Dia pun meluapkan emosinya dengan kata-kata kasar tak pantas. Tak hanya itu, Erin juga melayangkan pukulan ke bagian kepala Hera dengan menggunakan gagang sapu lidi.
“Setelah dipukul, saya nangis. Saya bilang, ‘maaf Bu jangan pakai kekerasan’. Beliau tetap maki-maki saya dengan kata-kata kasar,” ungkap Hera.
Merasa terancam usai dipukul, Herawati kemudian menghubungi yayasan penyalur ART meminta untuk dijemput. Dia juga mengadu ke salah satu anak Andre Taulany. Erin semakin emosi dan meluapkan kemarahannya dengan melanjutkan kekerasan fisik terhadap Hera.
“Kepala saya ditendang sama Bu Erin. Saya sampai terjengkang," aku Herawati.
Baca Juga: Intan Nuraini Bersyukur Sudah Berada di Tanah Suci, Siap Melaksanakan Ibadah Haji
Hera juga mengaku handphone miliknya sempat dibanting dan kemudian disita. Tak hanya itu, Hera juga mengalami ancaman dengan menggunakan senjata tajam dari Erin.
Kejadian itu terjadi sekitar satu minggu sebelum kasus dugaan penganiayaan terjadi. Ancaman itu dilakukan Erin dengan maksud agar Hera bekerja dengan baik.