← Beranda
Alasan Gus Miftah Ikut PMKNU, Program Kaderisasi di Tubuh NU
Abdul RahmanJumat, 15 Mei 2026 | 22.13 WIB
Gus Miftah bersama warga NU lainnya mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU). (istimewa)

 

JawaPos.com - Gus Yusuf Chudlori, KH Imam Jazuli, dan Gus Miftah, kompak mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU), program kaderisasi formal untuk mencetak penggerak NU militan.

Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aston Cirebon selama sekitar 5 hari, terhitung sejak 13 hingga 17 Mei 2026.

Gus Miftah mengungkapkan alasan kenapa mengikuti PMKNU. Menurutnya, ini merupakan bagian dari proses kaderisasi resmi di NU yang memang harus diikutinya.

"Ini merupakan program kaderisasi atau pelatihan kepemimpinan di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk mencetak kader NU yang punya wawasan ke-NU-an, kuat secara ideologi Aswaja, mampu memimpin organisasi, memahami kebangsaan, dan siap menjadi penggerak di masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Ayu Aulia Parah, Ngaku Hamil Anak Bupati dengan Alasan Biar Keren

Gus Yusuf mewakili unsur pesantren dan budayawan. Sedangkan KH Imam Jazuli dan Gus Miftah memperkuat spektrum pendidikan modern serta dai milenial.

Mereka kompak mengenakan kemeja putih formal yang dipadu dengan peci hitam khas kaum santri. Mereka mendapat bimbingan dari instruktur senior PBNU, KH Masyhuri Malik.

Kehadiran Gus Yusuf Chudlori, KH Imam Jazuli, dan Gus Miftah menegaskan sikap bahwa siapa pun harus tunduk dan patuh pada supremasi organisasi melalui jalur kaderisasi resmi.

Selain ketiga tokoh tersebut, acara ini juga diikuti oleh banyak warga Nahdliyin lainnya yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air.

Pelatihan kepemimpinan ini bertujuan untuk mempersiapkan para peserta supaya memahami dengan baik nilai-nilai yang diusung dan diperjuangkan NU, hingga memahami nilai-nilai kebangsaan supaya mereka dapat menjadi penggerak penting di tengah masyarakat.

Baca Juga: Berubah Lagi, Ini Pengakuan Terbaru Ayu Aulia Soal Bupati R yang Menghamili dan Membuatnya Kehilangan Rahim

EDITOR: Abdul Rahman