← Beranda
Bahlil Jelaskan Rencana Produksi Bensin dari Batu Bara Kalori Rendah
Djati WaluyoSenin, 21 September 2026 | 23.21 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap rencana pengembangan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dari batu bara.

Bahlil mengatakan, perkembangan teknologi saat ini memungkinkan batu bara berkalori rendah (low calorie) diolah menjadi gas maupun minyak, termasuk bensin.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Bahlil mengatakan, arahan tersebut dilatarbelakangi kondisi geopolitik global yang makin tidak menentu.

Baca Juga: Setop Impor Solar Sejak 1 Juli, Prabowo: Nanti Kita Buat Bensin dari Batubara

Pemerintah diminta mengoptimalkan seluruh potensi energi yang tersedia di dalam negeri, termasuk batu bara sebagai sumber energi alternatif.

“Maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia,” ujar Bahlil kepada awak media di Jakarta, Senin (21/9).

“Salah satu di antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” lanjut Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ia mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti arahan Prabowo tersebut, termasuk melihat peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang telah menyampaikan penawaran.

Bahlil menyebut teknologi pengolahan batu bara menjadi gas telah diterapkan di sejumlah negara.

Baca Juga: Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bahlil Siap Sulap Batu Bara Kalori Rendah jadi Bensin

Salah satunya Tiongkok yang telah memanfaatkan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku untuk menghasilkan gas.

“Gasnya sudah diambil dari batu bara low calorie. Dan beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama,” ujarnya.

Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa Indonesia sendiri memiliki potensi batu bara berkalori rendah yang besar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu modal bagi pemerintah untuk mengembangkan teknologi pengolahan batu bara menjadi sumber energi alternatif.

“Dan kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk low calorie itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden,” ucapnya.

Baca Juga: Penjualan Mobil Berbahan Bakar Bensin di Tiongkok Turun 40 Persen

Bahlil memastikan Kementerian ESDM akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo terkait optimalisasi sumber energi dalam negeri.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

“Dan karena itu, kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber-sumber energi dalam negeri,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, pemanfaatan sumber energi dalam negeri diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor sekaligus menjaga devisa tetap berada di dalam negeri.

“Tujuannya agar tidak lagi kita impor, devisa kita bisa ada dalam negeri. Itu kira-kira,” pungkasnya.

Baca Juga: Apakah Bensin Dicampur Minyak Kayu Putih Bisa Lebih Irit? Ini Faktanya

 

EDITOR: Bayu Putra