← Beranda
Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Kenaikan Stok AS dan Gangguan Pasokan Arab Saudi
Djati WaluyoRabu, 16 September 2026 | 15.23 WIB
Harga minyak mentah dunia. (Dok/Jawa Pos)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Rabu (16/9) setelah terjadi kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). 

Di sisi lain, investor menilai risiko pasokan setelah Arab Saudi menghentikan sementara pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu menyusul serangan terhadap pipa minyak East-West yang menuju Laut Merah.

Melansir Investing pada pukul 08:15 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,28 poin atau 0,23 persen ke level 108,21 dollar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (15/9) pagi sebesar 107,68 dollar per barel.

Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Virgo Rabu, 16 September 2026: Jalani Cinta Tanpa Terlalu Cemas

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,94 poin atau 0,88 persen ke level 104,91 dollar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan perdagangan Selasa (15/9) pagi sebesar 102,81 dollar per barel.

Dilansir Reuters, Kenaikan itu terjadi setelah penghentian pemuatan di Yanbu memicu kekhawatiran pasokan, ditambah keputusan Arab Saudi memangkas pengiriman minyak ke Eropa.

Persediaan minyak mentah, bensin, dan produk sulingan AS semuanya meningkat pada pekan lalu, menurut sumber pasar pada Selasa yang mengutip data American Petroleum Institute (API).

Persediaan minyak mentah meningkat 7,1 juta barel pada pekan yang berakhir 11 September, berdasarkan data API. Angka tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sekitar 1,6 juta barel, berdasarkan jajak pendapat Reuters.

Data API yang menunjukkan kenaikan tak terduga pada persediaan bensin dan diesel turut menekan harga minyak. Namun, Haitong Futures dalam catatannya menyebut kenaikan persediaan di sejumlah wilayah tidak mengubah kondisi mendasar pasar minyak mentah global yang masih ketat.

Baca Juga: Satgas Damai Cartenz Kirim Tim ke Lokasi Penembakan Sopir di Jalur Trans Wamena-Nduga

Sumber mengatakan pada Selasa bahwa pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, dihentikan sementara setelah eksportir minyak mentah terbesar dunia itu menutup pipa East-West menyusul serangan yang dilakukan kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran dari Yaman pada Jumat.

Arab Saudi menggunakan pipa tersebut untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari, atau sekitar 4 persen dari pasokan global, menuju Pelabuhan Laut Merah.

Menteri Energi AS mengatakan aliran minyak mentah melalui pipa East-West yang vital bagi Arab Saudi seharusnya dapat kembali dalam beberapa hari.

Namun, sejumlah sumber yang berbicara kepada Reuters memberikan perkiraan berbeda mengenai berapa lama pipa tersebut akan berhenti beroperasi. Salah satu sumber mengatakan perbaikan dapat memakan waktu lima hingga enam pekan, sementara sumber lainnya menyebut pemompaan sebagian dapat kembali dilakukan lebih cepat sembari proses perbaikan berlanjut.

Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Scorpio Rabu, 16 September 2026: Buka Hati dengan Tetap Waspada

Di Libya, yang tidak terkait dengan konflik Iran, National Oil Corporation (NOC) mengatakan operasional di tiga ladang minyak dihentikan setelah anggota Petroleum Facilities Guard yang melakukan aksi protes menutup katup pada pipa ekspor minyak mentah Hamada-Zawiya.

Namun, penghentian tersebut belum berdampak signifikan terhadap produksi minyak Libya. Produksi minyak negara tersebut masih berada di sekitar 1,4 juta barel per hari, kata Ketua NOC Massoud Suleman kepada Reuters.

EDITOR: Bintang Pradewo