JawaPos.com - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengajak produsen mobil listrik bersama-sama mengembangkan ekosistem EV di Indonesia lewat pembangunan charging station (EV charging) di Green Energy Station.
Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto mengakui, dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan jumlah pengguna mobil listrik di Indonesia cukup eksponensial.
Apalagi dengan masuknya raksasa EV seperti BYD, perusahaan teknologi dan produsen kendaraan energi baru asal Shenzhen, Tiongkok.
"Masalahnya adalah ketersediaan infrastruktur untuk charging-nya. Jadi, ini salah satu yang juga kita dorong, selaras dengan beberapa produsen EV supaya sama-sama menggunakan sarana infrastruktur SPBU yang sudah ada itu untuk mengembangkan EV charging," ungkap Eko dalam sesi tanya jawab dengan media di Pertamax Journey 2026, Yogyakarta, Jumat (11/9).
Dalam paparannya, Eko menjelaskan bahwa modernisasi jaringan SPBU melalui konsep Green Energy Station (GES) merupakan upaya perseroan guna meningkatkan portofolio pemanfaatan energi terbarukan.
GES Pertamina menghadirkan solusi energi terpadu (One Stop Energy Station) dan mencakup lima pilar utama, yakni: konsep hijau, konsep digital, konsep masa depan, konsep bahan bakar berkualitas, dan layanan terintegrasi.
"Saat ini tercatat sebanyak 761 SPBU telah bersertifikasi Green Energy Station di berbagai provinsi," imbuh Eko. Ditambahkan Eko, PT Pertamina Patra Niaga menargetkan penambahan SPBU berjenis GES antara 50-100 titik per tahun.
Adapun ciri khas GES Pertamina adalah totem dengan warna selendang hijau. SPBU yang sudah bersertifikasi Green Energy Station memiliki standar fasilitas seperti PLTS/solar panel yang terpasang di atap SPBU sebagai pasokan listrik mandiri yang bersih.
Kemudian, menyediakan bahan bakar ramah lingkungan dengan kadar sulfur sangat rendah seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95. Serta yang paling penting adalah adanya fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKLU/EV charging) baik untuk kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua (termasuk battery swap station).
"Kemarin kita diskusi dengan PLN, sepertinya akan ada kebijakan yang akan keluar terkait dengan solar panel untuk sektor ritel. Ini (SPBU GES) kan bagian dari sektor ritel dan bisa memperkuat ekosistem solar panel. Ini salah satu yang kita dorong," kata Eko.