JawaPos.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman yang dikelola oleh PLN Indonesia Power (PLN IP) memiliki kemampuan black start yang berperan penting dalam proses pemulihan sistem kelistrikan apabila terjadi gangguan besar atau pemadaman menyeluruh (blackout).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan pembangkit berkapasitas terpasang 180 megawatt (MW) dengan tiga unit pembangkit yang masing-masing berkapasitas 60 MW, PLTA ini menjadi salah satu aset strategis PLN Indonesia Power dalam menyediakan energi bersih yang andal dan berkelanjutan.
"Keunggulan utama PLTA Panglima Besar Soedirman terletak pada kemampuan black start, yaitu kemampuan pembangkit untuk melakukan penyalaan sistem kelistrikan secara mandiri tanpa bergantung pada pasokan listrik dari jaringan," ujar Bernardus, Kamis (6/8).
Bernardus mengatakan, kemampuan tersebut memungkinkan pembangkit menyediakan sumber tegangan awal guna membantu proses pemulihan jaringan dan menghidupkan kembali pembangkit lain secara bertahap setelah terjadi gangguan sistem berskala besar.
Baca Juga: Rahasia di Balik Mitsubishi Xforce HEV, Jadi SUV Hybrid Pertama dan Dirakit Lokal
Ia menegaskan bahwa pembangkit berbasis energi baru terbarukan memiliki peran yang semakin strategis, tidak hanya dalam mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan, tetapi juga dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.
"PLTA Panglima Besar Soedirman merupakan salah satu aset strategis perusahaan yang mencerminkan sinergi antara pemanfaatan energi terbarukan, keunggulan teknologi, dan keandalan operasional untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju _Net Zero Emission_ 2060," ujarnya.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica Wasis Jati Waskitho mengatakan bahwa keberadaan PLTA Panglima Besar Soedirman memberikan kontribusi penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali.
"Kemampuan _black start_ yang dimiliki pembangkit ini menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali, khususnya saat diperlukan pemulihan sistem pascagangguan," ujar Wasis.
Ia menambahkan, pengelolaan Bendungan Mrica beserta operasional pembangkit dilakukan secara optimal dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kami terus menjaga keandalan operasional pembangkit serta mengoptimalkan pemanfaatan energi air sebagai sumber energi bersih. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam menghadirkan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan bagi masyarakat," ucapnya.