← Beranda
Fokus pada Nilai Tambah, Prabowo Dorong Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Dimas ChoirulJumat, 1 Mei 2026 | 13.38 WIB
Salah satu proyek yang termasuk dalam rangkaian 13 Hilirisasi adalah pengembangan hilirisasi yang dikembangkan oleh MIND ID dan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, tepatnya di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). (Istimewa

 

JawaPos.com — Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia harus menjadi negara yang hebat, bahkan menjadi raksasa dunia sehingga menjadi panutan dan dihormati bangsa lain. Menurutnya, hal tersebut dapat dicapai dengan terus menggenjot hilirisasi yang berdampak sangat baik bagi perekonomian. Nilai tambahnya pun sangat besar dan sudah di depan mata.

Oleh sebab itu, Prabowo mendorong para Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi hingga Danantara untuk terus mengkaji teknologi hilirisasi.

“Yang ingin saya sampaikan, kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur. Kita harus menjadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun. Kita akan menjadi negara yang hebat, percaya itu, saya sangat percaya,” ujar Prabowo dalam peresmian pembangunan 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada Rabu (29/4).

Prabowo optimistis apabila hilirisasi dalam negeri terus berkembang, maka masa depan bangsa akan semakin cerah. Ia bahkan ingin hidup lebih lama lagi untuk menyaksikan hal tersebut.

Dalam peresmian hilirisasi tahap II ini, terdapat 13 proyek yang akan digarap dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Proyek tersebut meliputi kilang gas, pembangunan tangki operasional bahan bakar minyak (BBM), hingga pengolahan sawit menjadi oleofood dan biodiesel yang tersebar di berbagai wilayah.

Baca Juga: CNG Makin Diperhitungkan, PGN Gagas Siap Perkuat Bauran Energi Nasional

Salah satu proyek yang termasuk dalam rangkaian hilirisasi adalah pengembangan hilirisasi yang dikembangkan oleh MIND ID dan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, tepatnya di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri dalam negeri.

Dalam konteks ini, KEK Gresik-Jiipe menjadi salah satu kawasan strategis yang berperan dalam mendukung implementasi hilirisasi melalui pengembangan ekosistem industri yang terintegrasi.

Dalam implementasinya, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik mencerminkan pembentukan rantai industri yang semakin terhubung dari hulu hingga hilir.

Proses ini mencakup pengolahan tembaga yang menghasilkan produk utama serta produk turunan berupa lumpur anoda yang mengandung logam mulia seperti emas dan perak. Lumpur anoda tersebut kemudian menjadi bahan baku dalam proses pemurnian logam mulia di dalam negeri, sehingga menghasilkan emas murni melalui fasilitas pemurnian domestik.

Selain logam mulia, pengembangan hilirisasi juga mencakup produk turunan tembaga seperti batang, kawat, dan berbagai komponen berbasis tembaga yang mendukung sektor manufaktur.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, menyampaikan bahwa pengembangan hilirisasi ini merupakan bagian dari rangkaian proyek strategis nasional.

“Ini adalah momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional bahwa Indonesia memilih untuk berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat,” ujar Tedy, dikutip Kamis (30/4).

Ia menambahkan bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada ekspor sumber daya, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan yang terintegrasi. Selain itu, juga kesiapan infrastruktur yang mendukung kelancaran operasional industri juga dilakukan.

Jalan Raya Daendels–Manyar yang terhubung langsung dengan pintu utama KEK Gresik serta memiliki akses yang lancar menuju kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri menjadi bagian penting dalam mendukung operasional hilirisasi.

Baca Juga: Bukalapak Catat Pendapatan Rp 2,37 Triliun di Kuartal I-2026, Tumbuh 63 Persen

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur logistik di dalam kawasan juga dilakukan untuk memastikan arus barang dari area produksi ke pelabuhan berjalan tanpa hambatan. Salah satunya melalui pembangunan jalur dengan lebar right of way (ROW) hingga 80 meter yang menghubungkan langsung fasilitas industri dengan pelabuhan laut dalam Jiipe dalam jarak sekitar 5 kilometer, sehingga proses distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Integrasi antara akses jalan nasional dan jalur logistik internal tersebut menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, membantu menekan biaya logistik, serta mendukung operasional industri hilir secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan nilai tambah industri, pengembangan hilirisasi ini juga memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja melalui aktivitas industri, logistik, dan sektor pendukung lainnya, yang berdampak pada penguatan ekonomi di tingkat lokal maupun nasional.

“Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi serta peningkatan efisiensi logistik dan konektivitas,” ujar Presiden Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono.

Dengan terbentuknya rantai industri yang semakin terintegrasi serta didukung oleh infrastruktur yang memadai, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri nasional.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan