← Beranda
BSI International Expo 2026 Targetkan Transaksi Rp 5 Triliun
Dimas Choirul• Minggu, 25 Oktober 2026 | 02.20 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (Kiri) saat mengunjungi salah satu stand UMKM di acara BSI International Expo 2026. (Derry/JawaPos.com)

JawaPos.com  - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menargetkan transaksi BSI International Expo 2026 mencapai Rp 5 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 2,6 triliun. 

Ajang yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 23-25 Oktober 2026 itu juga diarahkan untuk memperluas pasar produk lokal dan mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global.

“Kalau bicara target, kalau tahun lalu transaksi kita sebesar 2,6 triliun, tahun ini kita naikkan jadi dua kali lipat, jadi 5 triliun rupiah,” kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo kepada wartawan di acara opening ceremony BSI International Expo 2026, Jumat (23/10).

Anggoro mengatakan, pameran tahun ini mengusung konsep yang lebih segar dengan menyasar gaya hidup anak muda dan mengangkat produk-produk lokal.

Menurut dia, produk dalam negeri memiliki kualitas dan pasar yang perlu diperkuat melalui dukungan konsumen.

Baca Juga: BSI International Expo 2026 Banjir Promo, Diskon Umrah hingga Emas dan Properti

“Tugas kita semua yang ada di sini adalah memastikan kita menggunakannya, mendukungnya, sehingga demand-nya jadi besar, sehingga mereka punya ruang untuk tumbuh, untuk besar,” ujarnya.

Anggoro mengatakan, BSI berupaya mendukung pelaku usaha yang berkembang melalui pembiayaan, digitalisasi transaksi, hingga akses ke pasar internasional.

Dukungan tersebut diperlukan agar UMKM mampu memenuhi kebutuhan bisnis yang semakin besar seiring dengan pertumbuhan usahanya.

“Dan BSI tentu saja hadir untuk mendukung mereka, karena begitu mereka sudah besar, pasti mereka butuh kapasitas lebih besar, butuh pembiayaan lebih besar, butuh transaksi yang lebih simpel dengan digitalisasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, BSI juga akan memfasilitasi pelaku usaha lokal yang berpotensi memperluas jangkauan bisnis ke luar negeri.

Bahkan Anggoro menyebut, keberadaan jaringan BSI di Dubai dan rencana kehadiran di Jeddah dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Jadi kita akan fasilitasi juga untuk go global, karena kita punya cabang di Dubai dan satu lagi nanti di Jeddah,” katanya.

Menurut Anggoro, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengkurasi produk berkualitas agar mampu menjadi local champion atau unggulan di pasar domestik sebelum bersaing di tingkat global.

Dia mencontohkan produk fesyen dan alas kaki lokal yang dinilai memiliki kualitas baik, tetapi membutuhkan dukungan konsumen agar dapat meningkatkan skala produksi dan memperluas pasar.

“Kita kepengin kalau kita semua mau menggunakannya, dan produksinya banyak tersebar, di Indonesia yang menguasai produk-produk sepatu adalah sepatu lokal, maka produk-produk lokal ini menjadi local champion,” jelasnya.

Anggoro menegaskan, dukungan terhadap produk lokal dapat dimulai dari keputusan konsumen dalam memilih barang yang digunakan sehari-hari.

“Tugas kita cuma satu: kita pilih produknya, kita pakai, kita promosikan, dan sama-sama beri jalan mereka untuk jadi besar,” tegasnya.

Bidik Ekosistem Halal

BSI International Expo 2026 menghadirkan ratusan tenant dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, perjalanan haji dan umrah, wisata halal, alas kaki, otomotif, properti, emas, elektronik, kuliner, hingga produk kecantikan dan gaya hidup.

Anggoro mengatakan, penyelenggaraan pameran tersebut merupakan bagian dari upaya BSI memperkuat ekosistem halal dan gaya hidup muslim yang mengikuti perkembangan tren.

“Jadi tujuannya itu. Kita melakukan ini untuk mendorong ekosistem halal, ekosistem lifestyle muslim, tetapi juga kekinian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dukungan BSI tidak hanya ditujukan kepada pelaku usaha yang bergerak di sektor gaya hidup muslim, tetapi juga UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

“Ekosistem Islamik yang akan kita dorong, tetapi pada intinya adalah semua UMKM yang ingin tumbuh, kita akan dorong untuk bisa naik kelas,” pungkas Anggoro.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra