JawaPos.com - Pengamat pasar modal Budi Frensidy menilai rencana pengeluaran saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan langkah positif untuk mengurangi distorsi indeks.
“Mengeluarkan HSC dari perhitungan IHSG merupakan langkah positif untuk mengurangi distorsi indeks akibat saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi dan likuiditas terbatas,” ujar Budi kepada JawaPos.com Selasa (20/10).
Budi mengatakan saat ini sebanyak 80 saham HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. Artinya, pergerakan harga sejumlah saham tersebut dapat memberikan pengaruh cukup besar terhadap indeks. Mmeskipun tidak selalu mencerminkan kondisi pasar secara keseluruhan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut juga memiliki kelemahan. Sebab IHSG pada dasarnya dirancang untuk mencerminkan pergerakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Jika sebagian saham dikeluarkan, representativitas dan kesinambungan indeks perlu diperhatikan. BEI harus menjelaskan metodologi dan dampaknya secara transparan,” ujarnya.
Ia mengatakan pembenahan metodologi indeks juga harus diikuti penyelesaian persoalan mendasar di pasar modal Indonesia.
“Yang lebih penting, jangan sampai kebijakan ini hanya memperbaiki tampilan IHSG, tetapi tidak menyelesaikan masalah sebenarnya, yaitu konsentrasi kepemilikan, rendahnya free float, transparansi pemegang saham, dan potensi manipulasi harga,” pungkasnya.