← Beranda
Menyesal Menolak Kontrak, 1.550 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Minta Penawaran Ulang
Dimas Choirul• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05.00 WIB
Ilustrasi manajer kopdes merah putih. (Dok. Simkopdes).

 

JawaPos.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) mencatat sebanyak 1.550 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih meminta permohonan penawaran (offering) ulang penempatan setelah sebelumnya menolak penawaran kerja dari PT Agrinas Pangan Nusantara hingga terkendala administrasi.

“Jadi, di-invite ulang. Ternyata mereka menyesal sudah menolak,” kata Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari saat konferensi pers di Kantor Kemenkop, Jakarta, Jumat (16/10).

Destry mengatakan Agrinas sedang memproses penawaran ulang dengan memberikan tiga opsi lokasi penempatan kepada para calon manajer tersebut.

Destry menjelaskan, dari target awal rekrutmen sebanyak 30.000 orang, sebanyak 28.624 orang menyelesaikan tahapan seleksi hingga sertifikasi. Dari jumlah tersebut, 26.911 orang telah menandatangani perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Baca Juga: Dirut Agrinas Pastikan Seluruh Manajer Kopdes Merah Putih akan Digaji

Sementara itu, sebanyak 1.550 calon manajer masih menunggu pembaruan hasil proses penawaran ulang oleh Agrinas. 

"Lulus kemarin itu 28.624 yang tersertifikasi. Yang menolak 159. Yang menandatangani PKWT itu 26.911. Ada 1.550 yang terkendala proses administrasi," kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota sempat menyebutkan 159 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah mengundurkan diri.

"159 (yang manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri)," ucap Joao kepada wartawan usai rapat koordinasi terbatas Kopdes Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10).

Meski demikian, ia tidak mengungkapkan alasan ratusan manajer Kopdes Merah Putih tersebut mengundurkan diri.

Saat ditanyai mengenai kerugian negara karena para manajer pernah mengikuti latihan dasar (latsar) beberapa waktu lalu, Joao menegaskan negara tidak mengalami kerugian.

"Itu kan anak bangsa. Tidak ada yang rugi," tuturnya.

EDITOR: Estu Suryowati