← Beranda
Catatkan Penjualan Rp 220 Miliar Hingga September 2026, SCNP Targetkan Kembali Ekspor Mulai 2027
Mohamad Nur Asikin• Jumat, 16 Oktober 2026 | 17.11 WIB
Direktur Keuangan PT SCNP, Donny Trinanta Herwindo saat berbincang dengan Direktur Pemberdayaan Konsumen Dirjen PKTN Kemendag, Immanuel Tarigan Sibero di sela pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. (Istimewa).

JawaPos.com - Pemerintah terus mendorong kalangan dunia usaha, termasuk skala kecil untuk menggarap pasar ekspor guna meningkatkan skala bisnisnya. Langkah ini dilakukan Kementerian Perdagangan dengan menggelar Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten pada 14-18 Oktober 2026.

Salah satu peserta pameran ini adalah PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), perusahaan yang bergerak di bidang industri peralatan elektronik rumah tangga yang telah listed si Bura Efek Indonesia (BEI).

Direktur Keuangan PT SCNP, Donny Trinanta Herwindo mengatakan tertarik mengikuti pameran dagang internasional yang digelar Kemendag karena ingin menggarap kembali peluang pemasaran produk-produk elektronik rumah tangga (OEM Manufakturing) ke pasar ekspor.

"Ekspor bukan hal yang baru bagi kami karena sekitar 5 tahun lalu produk-produk barang yang kita produksi telah mengisi pasar produk air purifier ke Amerika Serikat," ujar Dony dalam percakapan di sela kesibukan di pameran.

Menurutnya, kemampuan ekspor ke pasar yang punya standar tinggi jadi modal SCNP untuk menjaring calon buyer di luar negeri. "Di sini kita lakukaj penjajakan dan menjaring calon buyer. KIta harapka  pada 2027 dan 2028 sudah kembali bisa melakuka ekspor produk alat elektronik rumah tangga," katanya.

Baca Juga: Hadir di TEI 2026, Astra International Hadirkan Produk Unggulan Lokal Berpotensi Ekspor

Dony berharap pasar Asia seperti Tiongkok dan sejumlah negara Asean menjadi tahap ekspor yang dilakukan sebelum masuk ke negara yang pasarnya lebih kompetitif.

Saat ini, katanya, SCNP masih memfokuskan penjualan di dalam negeri. Perseroan banyak produksi sejumlah produk baru dan menjaring customer baru dalam mengembangkan lini bisnis perusahaan. "Hingga September 2026 kita mencatatkan penjualan Rp 220 miliar (unaudit). Ini tumbuh sekitar 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya.

Dengan realisisasi penjualan sebesar itu, Dony optimistis target penjualan tahun ini bisa penuhi.

Sebelumnya, Mendag Budi Santoso saat membuka Pemeran Trade Expo Indonesia yang kali ini mengusung tema "The Ultimate Hub for Global Sourcing" sejumlah bayer dari manca negara tertarik hadir di pameran untuk melihat peluang kerja sama dengan industri manufakturing dan UMKM di Indonesia.

Hingga pembukaan pameran, telah terdaftar buyer dari 134 negara dan 1.873 ekshibitor. Tahun ini, TEl ke-41 menargetkan 30.000 pengunjung dan potensi transaksi senilai USD 17,5 miliar.  TEI menurutnya, merupakan salah satu program Kemendag untuk menjaring peluang ekspor yang lebih luas dengan cara mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon buyer mancanegara. 

Di acara yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti semakin terbukanya peluang ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya kawasan Asia Selatan dan Afrika. 

"Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India. Kemudian, kita masuk juga ke Afrika," ungkap Menko Zulkifli Hasan.

 

 

 

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin