← Beranda
Rupiah Berpotensi Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Berikut Pemicunya
Djati Waluyo• Rabu, 14 Oktober 2026 | 14.19 WIB
Karyawan menghitung mata uang asing di di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Dok Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (14/10). Saat ditutup pada perdagangan Selasa (13/10) rupiah menguat sebesar 13 poin menjadi Rp 17.900 per dolar AS

 

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.

 

"Untuk perdagangan hari ini (14/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.780 - Rp 18.060,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima pada Rabu (14/10).

 

Ibrahim mengatakan sentimen eksternal yang akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah adalah rilis data inflasi AS, yaitu Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang masing-masing dijadwalkan pada hari Rabu dan Kamis.

 

Angka CPI utama September diperkirakan naik 0,6 persen secara bulanan (MoM), meningkat dari 0,4 persen pada bulan Agustus. Inflasi tahunan diprediksi naik menjadi 3,7 persen dari sebelumnya 3,4.

 

Di samping itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada hari Jumat (16/10) juga akan menjadi perhatian pasar.

 

Sementara itu dari dalam negeri, saat ini, satu hal yang paling menjadi perhatian investor adalah soal kajian dari penyedia indeks global seperti Morgan Stanley. Indonesia masih mengalami pembekuan (freeze). Hal yang menjadi perhatian MSCI adalah transparansi dalam pembentukan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

“Pelaku pasar membaca gelagat sepertinya status pembekuan masih akan diberlakukan oleh MSCI dalam kajian edisi November mendatang. Sejumlah saham memiliki kepemilikan yang terkonsentrasi (High Shareholding Concentration/HSC) sehingga harga yang terbentuk dipandang tidak mencerminkan transaksi sebenarnya/riil,” ujarnya.

 

 

EDITOR: Diar Candra