JawaPos.com – Pertumbuhan sektor industri dan jasa menjadi penopang utama kinerja ekonomi Vietnam pada semester I 2026 yang berhasil mencapai 8,18 persen secara tahunan atau Year-on-Year (yoy).
Kedua sektor tersebut mencatat pertumbuhan tinggi dan memberikan kontribusi hampir berimbang terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
Berdasarkan data National Statistics Office (NSO) Vietnam, sektor industri dan konstruksi tumbuh 9,81 persen pada semester I 2026 atau menyumbang 47,20 persen terhadap pertumbuhan nilai tambah perekonomian secara keseluruhan.
Sementara itu, sektor jasa tumbuh 8,09 persen dengan kontribusi sebesar 47,14 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,87 persen dengan kontribusi 5,66 persen.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Vietnam pada semester I 2025 yang sebesar 7,63 persen.
Kinerja industri menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Vietnam. Aktivitas industri ditopang oleh pemulihan pesanan ekspor serta dampak positif investasi publik.
Nilai tambah sektor industri tumbuh 9,86 persen secara tahunan yang melingkupi industri pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 10,23 persen dan kontribusi sebesar 33,07 persen terhadap pertumbuhan nilai tambah perekonomian.
Sejumlah subsektor lainnya juga mencatatkan pertumbuhan positif. Penyediaan listrik tumbuh 9,34 persen, konstruksi meningkat 9,51 persen, sedangkan pertambangan dan penggalian tumbuh 6,67 persen.
Sektor jasa turut memberikan dorongan signifikan, terutama melalui aktivitas perdagangan, transportasi, dan pariwisata. Pertumbuhan sektor tersebut didukung permintaan konsumen yang kuat, meningkatnya pergerakan barang, serta aktivitas perjalanan domestik.
Subsektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 9,67 persen, dengan kontribusi 13,51 persen terhadap pertumbuhan nilai tambah perekonomian. Sementara itu, transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan 10,18 persen dengan kontribusi 7,73 persen.
Aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum juga tumbuh 8,05 persen, sedangkan jasa keuangan, perbankan, dan asuransi meningkat 7,97 persen.
Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap mencatatkan pertumbuhan positif. Subsektor perikanan tumbuh 4,88 persen, kehutanan 3,98 persen, dan pertanian 3,57 persen.
Ekspor dan Investasi Menguat
Dari sisi penggunaan produk domestik bruto (PDB), pembentukan modal bruto Vietnam meningkat 15,20 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 20,18 persen.
Konsumsi akhir juga meningkat 8,15 persen. Namun, impor barang dan jasa mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 26,44 persen secara tahunan.
Pada kuartal II 2026, ekonomi Vietnam bahkan tumbuh 8,39 persen secara tahunan. Pada periode tersebut, sektor industri dan konstruksi tumbuh 10,51 persen, dengan kontribusi 50,07 persen terhadap pertumbuhan nilai tambah perekonomian.
Sektor jasa tumbuh 7,87 persen dan menyumbang 44,28 persen. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 4,06 persen, dengan kontribusi 5,65 persen.
Struktur ekonomi Vietnam pada semester I 2026 didominasi sektor jasa yang menyumbang 43,52 persen terhadap PDB, disusul industri dan konstruksi sebesar 37,66 persen. Adapun sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki porsi 10,61 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Vietnam ditopang oleh kombinasi ekspansi industri pengolahan, penguatan aktivitas jasa, serta peningkatan ekspor dan pembentukan modal bruto.