← Beranda
Kemenkeu Targetkan Defisit APBN 2026 di Level 2,8 Persen, Ini Penjelasan Suahasil Nazara
Djati Waluyo• Jumat, 9 Oktober 2026 | 18.21 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan keterangan pers usai Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menargetkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berada pada level 2,8 persen dari produk domestic bruto (PDB) hingga akhir tahun atau Desember 2026.

Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mengatakan sampai dengan September 2026 defisit APBN telah mencapai 1,2 persen atau meningkat 0,3 persen jika dibandingkan dengan catatan Agustus 2026.

“Jadi ini on track, kita menuju pelaksanaan APBN yang memang dari awal sejak ditetapkan di desain untuk defisit. Defisitnya bulan lalu 0,9 persen, hari ini per akhir September 1,2 persen, nanti akan menuju defisitinya di akhir tahun 2,8 persen, ini adalah perjalanan APBN,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10).

Suahasil mengatakan, pendapatan negara sampai dengan September 2026 tercatat sebesar Rp 2.341,5 triliun atau 70 persen dari target dan tumbuh sebesar 25,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2025 atau year on year (yoy).

Ia menjelaskan, untuk belanja negara telah mencapai Rp 2.675,5 triliun atau sebesar 69,2 persen dari target yang ditetapkan pada tahun anggaran 2026.

“Belanja negaranya Rp 2.675,5 triliun 69,2 persen (dari target) dari tahun lalu 19,3 persen,” ujarnya.

EDITOR: Estu Suryowati