← Beranda
Industri Percetakan Makin Luas, ALLPrint Indonesia 2026 Hadirkan 400 Peserta dari 10 Negara
ARM• Kamis, 24 September 2026 | 04.31 WIB
ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sekitar 400 peserta dari lebih dari 10 negara di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober 2026. (Dok. Krista Exhibitions)

JawaPos.com — Industri percetakan Indonesia terus berkembang pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 3,39 persen dan kumulatif stabil di kisaran 11,42 persen, terutama ditopang packaging, label, serta textile printing.

Kondisi ini mendorong Krista Exhibitions menghadirkan ALLPrint Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 7–10 Oktober dengan target 60.000 pengunjung.

Mengapa industri percetakan terus berkembang?

Pertumbuhan industri percetakan kini tidak lagi hanya ditopang kebutuhan cetak konvensional, tetapi juga packaging, label, textile printing, hingga solusi digital yang mengikuti perubahan perilaku pasar.

Sektor packaging dan label bahkan mencatat lonjakan hingga 20 persen, sedangkan textile printing tumbuh sekitar 15 persen seiring penetrasi e-commerce dan kebangkitan UMKM.

Perubahan tersebut ikut menggeser kebutuhan pelaku usaha dari percetakan massal menuju produksi digital dan personal yang lebih fleksibel.

Transformasi digital, perkembangan digital printing, teknologi grafika, otomatisasi, serta kebutuhan kemasan kemudian menjadi bagian penting dalam menentukan arah industri percetakan.

Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan perkembangan industri percetakan saat ini telah menjangkau berbagai sektor dan menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha.

“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Daud D. Salim.

Apa yang ditawarkan ALLPrint Indonesia 2026?

ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta berbagai solusi untuk kebutuhan industri percetakan dan grafika dalam satu pameran internasional.

Ajang yang berlangsung selama empat hari itu menghadirkan sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara seperti Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.

Pameran tersebut juga digelar bersamaan dengan Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia untuk memperluas cakupan ekosistem industri.

Kolaborasi berbagai pameran itu membuka akses bagi pelaku usaha terhadap teknologi, produk, serta solusi yang berkaitan dengan percetakan, grafika, advertising, signage, packaging, dan sektor pendukung lainnya.

Pengunjung dapat melihat perkembangan teknologi secara langsung, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas, media cetak, hingga software.

Demonstrasi mesin dan produk juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memahami penerapan teknologi sesuai kebutuhan produksi masing-masing.

Bagaimana pameran ini membantu pelaku usaha?

ALLPrint Indonesia 2026 dirancang sebagai platform business-to-business atau B2B yang mempertemukan produsen, distributor, supplier, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.

Dengan target 60.000 pengunjung, pameran ini menjadi ruang untuk memperluas jaringan, menemukan pemasok baru, bertukar informasi pasar, hingga menjajaki peluang kerja sama bisnis.

Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi perusahaan yang sedang meningkatkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi baru.

Pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, sekaligus memperoleh referensi teknologi sebelum menentukan investasi.

Daud D. Salim menilai perkembangan industri ikut menciptakan kebutuhan baru bagi para pelaku usaha, terutama ketika teknologi semakin beragam dan saling terhubung.

“Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujarnya.

Agenda edukasi apa saja yang disiapkan?

Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah seminar dan forum untuk membahas perkembangan teknologi serta isu yang berkaitan dengan industri percetakan.

Salah satunya seminar “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.

Agenda lain bertajuk “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.

ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow mengenai sertifikasi halal dan kemasan serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).

Beragam agenda tersebut memperluas fungsi pameran dari sekadar tempat melihat produk menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan koneksi industri.

Topik yang dibahas mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan industri grafika.

Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 membuka ruang bagi pelaku industri untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mencari solusi produksi.

Pameran di JIExpo Kemayoran pada 7–10 Oktober 2026 itu juga menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk membangun koneksi dan mengeksplorasi peluang bisnis baru.

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin