← Beranda
Transaksi Menggunakan QRIS Tembus 67 Persen
Djati Waluyo• Rabu, 23 September 2026 | 23.56 WIB
Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border. (Istimewa)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI), menyebut volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada Agustus 2026.

Gubernur BI, Destry Damayanti, mengatakan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Agustus 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal serta infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat. 

“Volume transaksi pembayaran digital mencapai 6,11 miliar transaksi atau tumbuh 40,36 persen (yoy) pada Agustus 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital,” ujar Destry dalam konferensi pers RDG BI, di Jakarta, Rabu (23/9).

Destry mengatakan, volume transaksi melalui internet dan mobile banking masing-masing tumbuh 15,12 persen (yoy) dan 47,08 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 67,22 persen (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi atau tumbuh 37,72 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.346 triliun.

“Sementara itu, nilai transaksi BI-RTGS mencapai Rp 16.545 triliun, atau turun tipis 3,64 persen (yoy), dengan volume sebanyak 0,86 juta transaksi atau turun sebesar 1,78 persen (yoy),” ujarnya.

Destry mengatakan, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,88 persen (yoy) menjadi Rp 1.332 triliun.

“Selain itu, Bank Indonesia juga terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T),” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra