← Beranda
Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Siapkan 24 Proyek PSEL di Indonesia
Ryandi ZahdomoKamis, 17 September 2026 | 21.07 WIB
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto saat peletakan batu pertama PSEL Bogor Raya 1 senilai Rp2,8 triliun di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyatakan pemerintah bakal membangun sekitar 24 fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di seluruh Indonesia guna menyelesaikan permasalahan sampah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peletakan batu pertama PSEL Bogor Raya 1 senilai Rp2,8 triliun di Desa Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/9).

"Akan ada lagi dilakukan (pembangunan PSEL), kalau tidak salah ada 24 (PSEL) bapak ya di seluruh Indonesia," ujar Aris.

Menurut Aris, PSEL menjadi bentuk kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam mengintegrasikan pengembangan teknologi, energi, dan penanganan lingkungan.

Baca Juga: Minta Rektor Dicopot, Mahasiswa UINSA Surabaya Berencana Surati Komisi VIII DPR RI

Langkah ini diambil karena persoalan sampah sudah memasuki taraf yang sangat mendesak.

"Selama sekian puluh tahun kita melihat sampah ini menjadi urusan yang sangat-sangat urgen. Di sini harus bisa mensinergikan tiga tadi itu. Dan alhamdulillah dua tahun ini dibantu oleh kementerian-kementerian yang terkait, yang semuanya berpikir keras, inovatif, kreatif, dan terciptalah solusi," jelasnya.

Selain konversi menjadi energi listrik, pemerintah juga tengah melirik potensi teknologi baru yang mampu mengolah sampah lama menjadi bahan bakar minyak jenis solar.

Aris mengaku telah berdiskusi langsung dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk menindaklanjuti teknologi tersebut.

"Saya tadi juga berbisik-bisik dengan Bapak Kepala Staf Angkatan Darat, ada teknologi baru lagi yang bisa untuk mengolah sampah yang lama yang menjadi sumber daya energi. Mungkin akan bisa menghasilkan solar yang saya akan follow up juga dengan beliau," ungkapnya.

Pengawasan Ketat Anggaran Rp 2,8 Triliun

Di sisi lain, Bappisus menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara. Proyek PSEL Bogor Raya 1 sendiri menyerap nilai investasi mencapai Rp2,8 triliun.

"Ini uang rakyat, mohon dipertanggungjawabkan setiap bidang, setiap departemen, setiap lini, ya, untuk selalu, ya, mengedepankan pengabdian dan pengorbanan kepada rakyat. Jangan ada yang mementingkan keuntungan diri pribadi," tegas Aris.

Baca Juga: BULOG dan Bapanas Akselerasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk 619.290 Penerima di Provinsi Riau

PSEL Bogor Raya 1 Jadi Percontohan Nasional

Sementara itu, CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir menjelaskan, fasilitas tersebut mengusung standar lingkungan internasional Industrial Emissions Directive (IED) dan ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.

"Dari sisi lingkungan, proyek ini diproyeksikan dapat mereduksi emisi sampah dari TPA hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 645.000 ton setara CO2 per tahun," papar Pandu.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bakal menyuplai energi hijau untuk lebih dari 100.000 rumah warga, menyerap 1.200 tenaga kerja, serta mengikis kebutuhan lahan TPA hingga 80 persen.

EDITOR: Sabik Aji Taufan