← Beranda
Suahasil Nazara Ditunjuk jadi Menkeu, Hans Kwee: Pasar Respons Positif Lewat Intraday Rebound IHSG
Djati WaluyoSelasa, 15 September 2026 | 00.48 WIB
Suahasil Nazara ditunjuk jadi Menkeu, pasar bereaksi positif dengan rebound IHSG. Strategi fiskal dan tantangan global jadi sorotan penting saat ini. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara disambut positif oleh pasar dengan melejitnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (14/9).

Pengamat Pasar Modal, Hans Kwee, mengatakan dampak dari pergantian pimpinan bendahara negara tersebut tergambar dari pergerakan IHSG yang mengalami penguatan kembali.

Ia menyebut, IHSG sempat melemah cukup dalam pada sesi pagi hingga siang akibat reaksi awal (knee-jerk reaction), pergerakan pasar berhasil membalikkan keadaan di sesi sore hingga koreksinya menjadi sangat tipis.

"Intraday rebound (penguatan kembali) ini menunjukkan bahwa pasar merespons transisi ini secara cepat dan positif setelah mencerna kepastian figur kepemimpinan baru," ujar Hans kepada JawaPos.com, Senin (14/9).

Hans mengatakan, dampak dari pergantian tersebut dalam jangka menengah dan panjang juga akan sangat positif. Pasalnya, Suahasil Nazara merupakan teknokrat senior (mantan Kepala BKF dan Wakil Menteri Keuangan) yang menguasai seluk-beluk APBN.

"Kehadiran beliau memberikan kepastian kontinuitas kebijakan (policy continuity) serta menjaga reputasi disiplin fiskal Indonesia di mata investor asing maupun domestik," ucapnya.

Meski begitu, pelaku pasar tetap akan mencermati sejumlah tantangan yang dihadapi Suahasil Nazara setelah menduduki posisi Menteri Keuangan.

Menurutnya, dalam jangka pendek, pelaku pasar akan melihat strategi awal yang akan ditempuh, terutama terkait optimalisasi penerimaan negara dan efisiensi belanja untuk program-program prioritas pemerintah.

"Pelaku pasar akan mencermati fokus awal Menkeu baru, terutama terkait optimalisasi penerimaan negara dan efisiensi belanja program prioritas," jelasnya.

Selain itu, Suahasil juga akan langsung dihadapkan pada tantangan eksternal, terutama ketidakpastian arah suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas.

"Menkeu baru harus langsung dihadapkan pada ketidakpastian suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas," tuturnya.

Meski demikian, Hans menilai penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, latar belakang Suahasil sebagai teknokrat memberikan sinyal kepada pasar bahwa kebijakan fiskal tetap dikelola oleh figur yang memiliki kompetensi dan kredibilitas.

"Penunjukan figur teknokrat murni untuk memimpin Kementerian Keuangan memberikan sinyal ke pasar bahwa kebijakan fiskal tetap berada di tangan ahli yang kredibel," ucapnya.

Dari sisi waktu, Hans juga menilai pergantian Menteri Keuangan dilakukan pada momentum yang tepat. Pergantian tersebut dinilai masih memberikan ruang bagi Suahasil untuk mengawal penyerapan APBN tahun berjalan sekaligus mempersiapkan arah kebijakan anggaran mendatang.

"Pergantian saat ini memberi ruang yang cukup bagi Menkeu baru untuk mengawal penyerapan APBN tahun berjalan secara optimal sekaligus mempersiapkan arah kebijakan anggaran mendatang tanpa mengganggu kestabilan pasar," pungkasnya.

Profil Suahasil Nazara

Suahasil Nazara kini menjadi sorotan setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto menduduki posisi Menteri Keuangan (Menkeu). Sebelum ditunjuk sebagai Menkeu, Suahasil telah lama berkecimpung dalam pengelolaan kebijakan fiskal nasional sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Presiden Prabowo menunjuk Suahasil untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penunjukan tersebut menjadikan pengalaman panjang Suahasil di Kementerian Keuangan kembali menjadi perhatian.

Dilansir dari berbagai sumber, Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia memiliki latar belakang akademisi dan ekonom. Pendidikan sarjananya ditempuh di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan diselesaikan pada 1994.

Setelah itu, Suahasil melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat. Ia meraih gelar Master of Science (M.Sc.) pada 1997.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Pada 2003, ia memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) di bidang ekonomi.

Mengawali Karier sebagai Dosen UI

Sebelum masuk lebih jauh ke pemerintahan, Suahasil mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999.

Karier akademiknya berkembang hingga ia mendapatkan gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.

Di lingkungan FEB UI, sejumlah posisi pernah dipercayakan kepadanya. Di antaranya Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004-2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005-2008, serta Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009-2013.

Pengalamannya kemudian semakin banyak bersinggungan dengan kebijakan publik. Suahasil pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009-2011.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) periode 2009-2015 serta Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada 2010-2015.

Selain itu, Suahasil tercatat sebagai anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013-2014.

Masuk Kementerian Keuangan

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 6 Februari 2015.

Setahun kemudian, tepatnya 31 Oktober 2016, Suahasil dilantik sebagai Kepala BKF secara definitif. Posisi tersebut membuatnya semakin dekat dengan perumusan kebijakan fiskal pemerintah.

Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Kabinet Indonesia Maju.

Suahasil kemudian kembali dipercaya menduduki posisi Wamenkeu pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024.

Selama menjabat sebagai Wamenkeu, Suahasil banyak terlibat dalam pembahasan kebijakan fiskal, APBN, penerimaan negara hingga stabilitas ekonomi.

Pada September 2026, misalnya, Suahasil menegaskan bahwa APBN tetap memiliki ketahanan menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Ia menyebut sinergi kebijakan antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Danantara menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya investasi berkualitas dan pembiayaan jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal.

Dengan latar belakang akademisi, ekonom, Kepala BKF, hingga Wamenkeu, Suahasil kini mendapat mandat yang lebih besar sebagai Menteri Keuangan. Pengalaman panjangnya di bidang kebijakan fiskal menjadi modal dalam menjalankan pengelolaan keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global.

EDITOR: Estu Suryowati