JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap sejumlah tantangan selama menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Dia mengaku beban pekerjaan sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan cukup berat hingga sempat membuat berat badannya turun drastis.
"Dukanya dulu. Nggak paling gampang kalau lihat badan saya. Pas jadi menteri saya 102 (kg), sekarang 97 (kg). Sebelumnya turun sampai 88 (kg). Berarti kerjanya memang berat ya, Kementerian Keuangan," ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (8/9).
Purbaya mengatakan kondisi ekonomi Indonesia dalam setahun terakhir relatif stabil meski masih menghadapi berbagai tekanan dan protes di masyarakat. Pemerintah, juga harus menghadapi sejumlah sentimen dari pasar dan lembaga pemeringkat internasional.
Dia menyinggung tekanan yang muncul setelah lembaga pemeringkat seperti Fitch Ratings dan Moody's Ratings memberikan perhatian terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Setelah itu, muncul pula kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan perubahan penilaian dari S&P Global Ratings. Purbaya menilai sejumlah kekhawatiran di pasar tidak selalu sesuai dengan pernyataan resmi lembaga pemeringkat.
"Walaupun S&P nggak ngasih sinyal negatif pertamanya, tapi orang di pasar gembar-gembor kita akan downgrade, bahkan stock market-nya menuju frontier. Padahal S&P nggak pernah ngomong gitu, yang saya tahu," ujarnya.
Menurutnya, setelah S&P memberikan penilaian, kondisi pasar kembali stabil. Purbaya menilai S&P justru melihat fondasi ekonomi Indonesia secara lebih objektif.
Namun, ia mengakui masih banyak persepsi di ruang publik yang menilai kondisi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya membaik. Hal tersebut, menurutnya, masih menjadi tantangan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
"Masih banyak yang di publik yang bilang itu tidak real. Sehingga itu masih mengganggu sedikit persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi kita," ucapnya.
Menurut Purbaya, pemerintah masih membutuhkan waktu untuk meyakinkan masyarakat bahwa perekonomian Indonesia bergerak ke arah yang benar.
"Itu yang susah. Kita masih perlu waktu terus untuk meyakinkan semua orang bahwa kita bergerak ke arah yang benar," ujarnya.
Dia meyakini kondisi ekonomi Indonesia akan terus membaik apabila pemerintah menjalankan kebijakan yang tepat, didukung kebijakan fiskal, moneter, dan sektor finansial yang baik.
Purbaya mengatakan, tantangan utama pemerintah bukan terletak pada formula kebijakan ekonomi. Menurut dia, instrumen fiskal dan moneter yang digunakan pemerintah relatif jelas. Persoalan yang lebih sulit adalah menghadapi ekspektasi publik dan narasi negatif mengenai perekonomian Indonesia.
"Jadi yang sulit itu tadi, bukan jurusnya. Jurusnya gampang, itu-itu saja. Fiskal, moneter, ini-ini. Tapi melawan ekspektasi publik atau cerita-cerita negatif yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak terlalu yakin akan arah ekonomi kita," jelasnya.