← Beranda
Cara Cek dan Perbaiki Desil Bansos yang Tidak Sesuai Kondisi Ekonomi
Dony Lesmana Eko PutraKamis, 3 September 2026 | 19.10 WIB
Ilustrasi bansos BPNT (Dok. cekbansos.kemensos.go.od)

JawaPos.com - Seperti diberitakan sebelumnya Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Qodari, mengatakan keluhan yang disampaikan masyarakat dan masalah penentuan klasifikasi Desil tidak sesuai dengan kondisi masyarakat sebenarnya di lapangan menjadi masukan bagi pemerintah untuk melaksanakan perbaikan.

“Keluhan-keluhan yang terjadi, masalah-masalah yang terjadi menjadi masukan bagi pemerintah untuk bisa dikoreksi. Presiden Prabowo sendiri kemarin waktu pidato tanggal 14, ya, di DPR juga menyebut mengenai re-basing,” ujar Qodari kepada wartawan dikutip Kamis (27/8).

“Salah satu dari sebab diadakannya perlindungan, apa, digitalisasi perlindungan sosial, selain untuk memudahkan masyarakat untuk bisa menerima bantuan sosial, itu juga untuk bisa menyelesaikan masalah ketidakakuratan dalam penerima,” ucapnya.

Mengapa Desil Bisa Tidak Menggambarkan Kondisi Sekarang?

Salah satu persoalan dalam pendataan sosial adalah kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah lebih cepat dibandingkan pembaruan data.
Keluarga yang sebelumnya memiliki pekerjaan tetap, misalnya, bisa mengalami perubahan pendapatan. 

Begitu pula kondisi rumah tangga dapat berubah akibat kehilangan pekerjaan, perubahan jumlah anggota keluarga, atau kondisi ekonomi lainnya.

Karena itu, masyarakat perlu aktif mengecek data dan menyampaikan perubahan kondisi melalui mekanisme resmi.

Intinya, jika desil yang muncul tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga saat ini, langkah yang tepat bukan sekadar mengeluh atau menunggu, tetapi melakukan pengecekan dan mengajukan pembaruan data melalui jalur resmi.

Dengan data yang lebih akurat, proses penyaluran bansos diharapkan dapat semakin tepat sasaran dan mengurangi risiko keluarga yang membutuhkan justru tidak terjangkau bantuan.

Data desil menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan sasaran bantuan sosial (bansos) pemerintah. Namun, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil dapat melakukan pengecekan dan mengajukan pembaruan data.

Persoalan ini penting diperhatikan karena desil yang tidak sesuai kondisi sebenarnya dapat membuat keluarga yang membutuhkan kesulitan mengakses bantuan sosial. Pemerintah sendiri menyediakan mekanisme pembaruan data agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat diperbaiki.

Lantas, apa itu desil, bagaimana cara mengeceknya, dan apa yang harus dilakukan jika hasilnya tidak sesuai?

Sebagai informasi secara sederhana melansir pada laman resmi Kemensos desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 10 kelompok atau desil.

Desil 1 menunjukkan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Penentuan desil tidak hanya melihat penghasilan. Data yang digunakan mencakup berbagai kondisi sosial ekonomi, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Mengapa Pemerintah Menggunakan Sistem Desil?

Pemerintah menggunakan desil untuk membantu menentukan sasaran program bantuan sosial secara lebih terarah. Dengan pengelompokan tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi keluarga dan menentukan kelompok yang menjadi prioritas penerima program.

Berdasarkan informasi pada situs resmi Cek Bansos, keluarga pada Desil 1 hingga 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako, sedangkan Desil 5 dapat diusulkan untuk kepesertaan PBI-JK.

Sistem ini juga bertujuan mengurangi kesalahan sasaran, baik masyarakat yang sebenarnya berhak tetapi tidak menerima bantuan (exclusion error) maupun masyarakat yang tidak berhak tetapi masuk sebagai penerima (inclusion error). Mekanisme usul dan sanggah sebelumnya juga dikembangkan untuk membantu memperbaiki persoalan tersebut. 

Cara Cek Desil Bansos

Masyarakat dapat mengecek status desil melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.

Langkahnya sebagai berikut:

  • Buka situs Cek Bansos Kemensos.
  • Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
  • Masukkan kode captcha yang tersedia.
  • Klik Cari Data.
  • Periksa informasi mengenai status data dan desil keluarga.

Desil Tidak Sesuai Kondisi? Jangan Panik

Desil bersifat dinamis, sehingga hasil yang muncul tidak harus dianggap sebagai kondisi yang permanen. Jika kondisi ekonomi keluarga saat ini berbeda dengan data yang tercatat, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data. 

Situs resmi Cek Bansos menyebutkan bahwa perubahan dapat dilakukan melalui desa/kelurahan dan dinas sosial, atau melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi nyata.

Data tersebut selanjutnya akan diproses untuk penghitungan ulang secara berkala. 

Tips Memperbaiki Desil yang Tidak Sesuai

Agar pengajuan pembaruan data lebih tepat, masyarakat sebaiknya melakukan beberapa langkah berikut:

1. Cek data terlebih dahulu
Jangan langsung menyimpulkan data salah. Periksa NIK dan informasi keluarga melalui situs Cek Bansos untuk mengetahui status serta desil yang tercatat.

2. Pastikan kondisi keluarga sesuai data terbaru
Periksa kembali informasi penting seperti jumlah anggota keluarga, pekerjaan, kondisi tempat tinggal, pendidikan, kepemilikan aset, dan kondisi ekonomi keluarga.

Jika terdapat perubahan, pastikan informasi yang disampaikan menggambarkan kondisi sebenarnya, bukan kondisi beberapa tahun sebelumnya.

3. Siapkan dokumen pendukung
Saat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa/kelurahan atau dinas sosial, siapkan dokumen identitas dan dokumen lain yang dapat membantu proses verifikasi data.

4. Ajukan pembaruan melalui jalur resmi
Masyarakat dapat menyampaikan kondisi sebenarnya melalui desa/kelurahan atau dinas sosial. Situs resmi Cek Bansos juga menyediakan mekanisme pembaruan melalui aplikasi.

5. Jangan menggunakan data yang tidak benar
Tujuan pembaruan bukan untuk menurunkan desil secara sengaja, tetapi memastikan data mencerminkan kondisi sosial ekonomi keluarga yang sebenarnya.

6. Tunggu proses verifikasi dan penghitungan ulang
Perubahan data tidak selalu langsung mengubah desil. Data perlu melalui proses pemutakhiran dan penghitungan ulang secara berkala.

 

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra