← Beranda
Genera-Z Berbakti 2026 Berakhir, ini Tim Peraih Predikat Terbaik
Dimas ChoirulSelasa, 1 September 2026 | 02.35 WIB
Program Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA telah berakhir/(Istimewa).

JawaPos.com – Program Genera-Z Berbakti 2026 yang diselenggarakan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui Bakti BCA telah berakhir. Tim mahasiswa yang terpilih dalam program tersebut telah menyelesaikan masa pengabdian selama lebih dari satu bulan di empat desa wisata binaan Bakti BCA.

Setelah kembali dari lokasi pengabdian, keempat tim pemenang menyampaikan laporan akhir di hadapan dewan juri BCA. Penilaian dilakukan berdasarkan empat parameter, yakni kualitas presentasi, implementasi program, dampak program, dan keberlanjutan program.

Berdasarkan hasil penilaian dan sesi tanya jawab dengan dewan juri, Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (UNAIR) ditetapkan sebagai Best Team Genera-Z Berbakti 2026.

Berikut daftar tim yang meraih penghargaan:

Best Team: Tim Amerta Pertiwi – Universitas Airlangga (UNAIR)
Runner-Up I: Tim Pelita – Universitas Padjadjaran (UNPAD)
Runner-Up II: Tim KATALIS – Universitas Indonesia (UI)
Runner-Up III: Tim Laskar Selasik – Universitas Gadjah Mada (UGM)

Baca Juga: BCA Expo 2026 Digelar di Surabaya, Tawarkan Bunga KPR dan KKB Spesial

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono yang hadir dalam sesi penyampaian laporan akhir mengatakan, program tersebut menjadi kesempatan bagi para mahasiswa untuk membuktikan konsistensi dan komitmen dalam menjalankan program pengabdian.

“Selamat bagi seluruh pemenang Genera-Z Berbakti 2026. Kalian adalah juara, dan berhasil membuktikan konsistensi serta komitmen menjalankan seluruh rencana hingga terwujud di lokasi pengabdian. BCA sangat mengapresiasi pengabdian para pemenang selama sekitar satu bulan lebih di berbagai Desa Wisata binaan Bakti BCA. Keempat tim telah membuktikan kemampuannya turun langsung dan menghadirkan dampak bagi masyarakat di lokasi masing-masing. Ke depannya, kami berkomitmen terus mendukung generasi muda Indonesia untuk selalu berkarya, berdampak, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang kuat serta memiliki pendirian dalam beraktivitas,” kata Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono, yang hadir langsung di sesi penyampaian laporan akhir.

Tim UNAIR: Berawal dari Keraguan, Berakhir sebagai Tim Terbaik
Tim Amerta Pertiwi dari UNAIR mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat Best Team. Tim tersebut menjalankan program pengabdian di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo.

Bagi mereka, sesi penilaian akhir menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sekaligus mempertanggungjawabkan program yang telah dijalankan selama berada di lokasi pengabdian.

“Sesi penilaian akhir kami anggap seperti sesi sharing, dengan kami sebagai pembawa informasi dari lapangan. Seandainya mendapat kesempatan, kami juga sangat terbuka untuk membahas lebih lanjut mengenai potensi-potensi yang dimiliki Desa Patakbanteng karena potensi desa ini luar biasa banyak dan berdikari,” kata Regina, salah satu anggota Amerta Pertiwi.

Tim UNPAD: Menjawab Pertanyaan dengan Perenungan
Tim Pelita dari UNPAD mengibaratkan sesi laporan akhir Genera-Z Berbakti seperti simulasi sidang skripsi dengan durasi yang lebih panjang.

Tim tersebut menjalankan program di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur. Bagi mereka, sesi penilaian menjadi pengingat bahwa program yang dijalankan bukan sekadar kegiatan pengabdian.

“Kami harus berpikir keras menangkap konteks pertanyaan saat penilaian akhir, apalagi setiap jawaban kami terus ditanggapi. Mau tidak mau ada sedikit perenungan yang harus dilakukan sebelum menjawab pertanyaan dari para juri,” kata Ghifari, salah satu anggota tim Pelita.

Tim UI: Pengalaman di Desa Jadi Bekal
Tim KATALIS dari UI menjalankan pengabdian di Desa Wisata Kakaskasen Dua. Selama berada di lokasi, para anggota tim mengaku mendapatkan pengalaman yang kemudian menjadi bekal ketika menyampaikan laporan akhir.

Pengalaman selama menjalankan program juga membuat hubungan antaranggotanya semakin dekat.

“Awalnya kami pikir hanya bisa menuangkan ide ke dalam proposal, ternyata pada akhirnya bisa menghabiskan momen susah dan sedih bersama dari awalnya tidak begitu dekat hingga bisa di titik sekarang,” kata Divani, salah satu anggota tim KATALIS.

Tim UGM: Mendapat Pelajaran dari Penilaian Akhir
Sementara itu, Tim Laskar Selasik dari UGM menjalankan pengabdian di Desa Wisata Kreatif Terong. Mereka menilai proses pemaparan laporan akhir tidak hanya menjadi tahap penilaian, tetapi juga kesempatan untuk mendapatkan masukan.

“Apa yang membuat kami senang justru para juri mengajari kami dan memberikan solusi untuk kami belajar. Suasananya seperti sedang kuliah tapi tanpa SKS,” kata Faruq, salah satu anggota Laskar Selasik.

Program Genera-Z Berbakti merupakan program yang mengajak generasi muda berkontribusi dalam pengembangan desa wisata melalui konsep call for proposal.

Pada tahun ini, lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri masuk selama masa pendaftaran. Dari jumlah tersebut, delapan tim terpilih mengikuti babak penjurian. Empat tim kemudian ditetapkan sebagai pemenang dan mendapat kesempatan menjalankan program pengabdian di empat desa wisata binaan Bakti BCA selama lebih dari satu bulan.

Antonius mengatakan perjalanan keempat tim dapat menjadi pengalaman bagi para mahasiswa dalam mengembangkan diri.

"Kami senang sekali bisa mengikuti perjalanan keempat tim dari awal hingga akhir, dari ruang presentasi sampai ke desa dan kembali lagi ke kampus masing-masing. BCA berharap seluruh pemenang dapat membawa banyak nilai dan kesan positif dari program ini, untuk menjadi modal penting dalam pengembangan diri masing-masing,” ujar Antonius Widodo Mulyono.

Perjalanan Genera-Z Berbakti 2026 dapat diikuti melalui kanal YouTube BCA (@SolusiBCA), laman bca.id/genzberbakti, serta berbagai platform media sosial resmi BCA.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin