JawaPos.com – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor meminta generasi muda Indonesia tidak perlu takut terhadap perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, AI merupakan alat buatan manusia yang semestinya dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan.
Hal itu disampaikan Afriansyah dalam acara Pink Model UN 2026-Exclusive Panel Discussion bertema “Tantangan dan Peluang Generasi Muda Indonesia di Tengah Era AI: Pentingnya Pendidikan dan Dunia Kerja yang Inklusif” di Binus University, Jakarta, Sabtu (29/8).
Baca Juga: 3.160 Maba Untag Surabaya Dikukuhkan, Robot Owly Dikenalkan hingga Xaviera Beri Motivasi
Afriansyah mengatakan perkembangan AI yang semakin pesat perlu diikuti oleh generasi muda, terutama dengan meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
“Jadi gini, tadi sudah saya sampaikan juga, AI ini kan alat buatan manusia, ya kan. Jadi ini mempermudah dan membuat atau menggampangkan untuk kita dalam bekerja, mendukung pekerjaan,” kata Afriansyah.
Dia menegaskan, AI tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu digunakan secara optimal untuk membantu manusia menyelesaikan pekerjaan.
Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Pisces Minggu, 30 Agustus 2026: Jangan Cepat Curiga
“AI sendiri adalah buatan manusia, jadi kita tidak usah takut dengan perkembangan AI yang ada, begitu. Jadi kita gunakan, manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga AI ini bisa kita jadikan alat yang betul-betul bisa mempermudah kita untuk dalam bekerja,” kata Afriansyah.
Untuk menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja di tengah perkembangan teknologi, Afriansyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap berkolaborasi dalam memberikan pelatihan vokasi kepada anak muda.
Dia menyebut Kemnaker memiliki tempat pelatihan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Kami siap bekerjasama melakukan pelatihan vokasi kepada anak-anak muda kita karena kami Kementerian Ketenagakerjaan punya tempat-tempat pelatihan yang siap berkontribusi dan berkolaborasi dengan anak-anak muda dalam hal pelatihan-pelatihan yang mereka inginkan,” kata Afriansyah.
Menurut dia, pelatihan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan zaman dan dilengkapi peralatan yang mendukung proses peningkatan kompetensi.
“Jadi pelatihan-pelatihan ini sesuai dengan kebutuhan yang sudah terikuti juga dan seluruh peralatan yang ada di tempat kami pun sesuai dengan kebutuhan zaman saat ini, begitu,” ujarnya.
Kemnaker, lanjut Afriansyah, memiliki 21 balai besar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kementerian juga bekerja sama dengan unit pelaksana teknis yang berada di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi.
Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Pisces Minggu, 30 Agustus 2026: Jangan Cepat Curiga
“Jadi kami ada di 21 balai-balai besar di seluruh Indonesia dan bekerjasama dengan UPTJ dan UPTD yang ada di seluruh kabupaten, kota dan provinsi, begitu,” tutur Afriansyah.
Afriansyah juga mengapresiasi penyelenggaraan Pink Model UN 2026 yang digagas anak muda dan bekerja sama dengan Binus University. Menurutnya, forum semacam itu penting untuk mendorong pengembangan kompetensi generasi muda, khususnya dalam menghadapi perkembangan digital dan AI.
“Dan tentunya sangat luar biasa, kami dari Kementerian Ketenagakerjaan mengapresiasi program-program terutama untuk peningkatan kompetensi anak-anak muda ya,” katanya.