← Beranda
Sopir Bongkar Praktik Pengiriman Ayam Beku untuk MBG 4 Jam Tanpa Pendingin via PO BOX BGN
Dimas ChoirulRabu, 26 Agustus 2026 | 17.07 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)

 

 

JawaPos.com - Seorang sopir atau kurir membongkar pengiriman ayam beku untuk salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menempuh perjalanan sekitar empat jam menggunakan mobil boks tanpa fasilitas pendingin.

Hal tersebut terungkap setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membuka sejumlah pengaduan dari masyarakat yang masuk melalui PO BOX 45.000, Senin (24/8).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, laporan tersebut disampaikan oleh sopir yang mengangkut bahan baku ayam dari sebuah kabupaten yang berjarak sekitar tiga hingga empat jam dari lokasi dapur.

"Dia membeli ayamnya itu dari kabupaten yang kira-kira jaraknya 3-4 jam dari tempat dapurnya. Kemudian kurirnya melaporkan bahwa bahwa ayam yang dibeli dari tempat asal itu udah beku," kata Sudaryono dalam video yang diunggah di akun instagram @sudaru_sudaryono, Rabu (26/8).

Ayam tersebut kemudian dikirim menuju dapur dengan jarak tempuh sekitar empat jam. Persoalannya, kendaraan yang digunakan disebut hanya mobil boks biasa dan tidak dilengkapi pendingin.

"Kemudian dikirim ke dapurnya itu jaraknya 4 jam dari tempat pembelian dan mobil sopir kurirnya ini mobil box biasa, jadi tidak ada pendinginnya," ujar Sudaryono.

Laporan itu menjadi perhatian BGN karena menyangkut proses distribusi bahan baku sebelum diolah menjadi makanan untuk penerima manfaat MBG. BGN pun akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi yang dilaporkan sesuai fakta di lapangan.

"Nah ini kita periksa. Kita periksa dapurnya benar apa tidak, kalau betul maka kita akan berikan teguran untuk kemudian kita investigasi, kita turunkan tim ke sana ya," tegas Sudaryono.

Sudaryono mengatakan, laporan dari masyarakat menjadi bagian dari mekanisme pengawasan BGN terhadap pelaksanaan MBG. Menurutnya, pengaduan tersebut dibutuhkan agar persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan diperbaiki.

"Jadi ini pengaduan-pengaduan ini semua tujuannya adalah supaya performa Badan Gizi, performa program MBG itu kemudian terlaksana dengan baik di seluruh Indonesia tanpa ada kendala," katanya.

Sudaryono memastikan laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Dia juga menegaskan, dapur yang tidak mampu memperbaiki persoalan dapat dikenai sanksi hingga penghentian operasional.

Baca Juga: BGN Ubah Jam Kerja Baru Kepala Dapur SPPG, Absen Lewat Zoom Pukul 02.00

"Manakala tidak bisa diperbaiki orangnya barangkali harus di-cut off, kemudian juga dapurnya harus di-suspend atau ditutup atau bahkan jika memang tidak bisa diperbaiki sama sekali ya dengan sangat terpaksa harus ditutup permanen," kata Sudaryono.

EDITOR: Kuswandi