← Beranda
Bukan Cuma Modal Besar, Berikut 5 Kebiasaan Pengusaha Sukses yang Keuntungannya Berkali Lipat
Tazkia Royyan HikmatiarSenin, 24 Agustus 2026 | 20.22 WIB
Ilustrasi pengusaha sukses dan kaya raya. (Freepik)

JawaPos.com - Menjadi pengusaha sukses tidak cukup hanya bermodalkan optimisme. Kesuksesan dalam membangun bisnis juga membutuhkan kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten bukan hanya dalam semalam.

Kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu hal yang penting untuk kembali diperhatikan para pelaku usaha. Sebab, disiplin dalam menjalankan kebiasaan sederhana dapat membantu membangun bisnis yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Direktur & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan, dunia kewirausahaan saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan satu dekade lalu. Semakin banyak orang mengubah passion menjadi bisnis sekaligus mendefinisikan kesuksesan berdasarkan tujuan masing-masing.

Baca Juga: Jangan Asal Kredit, Ini 10 Tips Pembiayaan Mobil Bekas agar Aman dan Tidak Bikin Boncos

Menurutnya, para pengusaha saat ini menjalankan bisnis dengan optimisme, kreativitas, serta keinginan untuk memiliki kendali lebih besar terhadap masa depan. Namun, optimisme tersebut perlu diikuti dengan kebiasaan yang mampu menjaga bisnis tetap berjalan dalam jangka panjang.

“Optimisme saja tidak cukup untuk membangun bisnis yang berkembang dan berkelanjutan. Para pengusaha yang berhasil, baik mereka yang menjalankan perusahaan berskala besar maupun yang mengelola bisnis sampingan, adalah mereka yang mampu menerjemahkan tujuan besar menjadi disiplin yang dilakukan setiap hari,” ujar Oktrianto, Senin (24/8).

Berikut lima kebiasaan yang dapat membantu pengusaha membangun kesuksesan secara berkelanjutan:

1. Memulai Hari dengan Tujuan yang Jelas

Pengusaha sukses terbiasa memulai hari dengan menentukan tujuan dan prioritas. Kebiasaan tersebut membantu mereka menghindari berbagai gangguan yang dapat mengalihkan perhatian dari hal-hal penting.

Oktrianto mengatakan, sejumlah pemimpin yang bekerja bersamanya di berbagai wilayah Indonesia terbiasa mengawali pagi dengan meninjau kembali tujuan dan berkomunikasi dengan klien, mitra, maupun rekan kerja.

Langkah sederhana tersebut dapat menciptakan momentum sejak awal hari sekaligus menentukan ritme aktivitas. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menuliskan tiga prioritas utama sebelum mulai bekerja dan berkomitmen menyelesaikannya sebelum tengah hari.

2. Terus Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Belajar

Pengusaha yang mampu bertahan dan berkembang tidak berhenti belajar. Mereka terbuka terhadap keterampilan, perspektif, serta ide baru yang dapat membantu perkembangan bisnis maupun kemampuan pribadi.

Rasa ingin tahu menjadi semakin penting karena lingkungan bisnis terus mengalami perubahan. Pembelajaran dapat dilakukan melalui pelatihan, mentor, membaca, maupun mencari cara baru untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dengan menghadapi tantangan melalui rasa ingin tahu, hambatan dapat dilihat sebagai kesempatan untuk berkembang. Pengusaha dapat meluangkan waktu sekitar 30 menit setiap minggu untuk mempelajari sesuatu yang berpotensi memperkuat bisnis.

3. Membangun Hubungan yang Berkelanjutan

Hubungan yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam bisnis. Karena itu, pengusaha perlu membangun relasi dengan pelanggan, mitra, maupun tim melalui kepedulian, empati, dan komunikasi yang baik.

Oktrianto menilai, pemimpin yang efektif tidak hanya berfokus pada transaksi. Mereka meluangkan waktu untuk memahami pelanggan dan tim, mendengarkan kebutuhan, serta melakukan tindak lanjut.

“Ketika kita mengutamakan hubungan sebelum transaksi, kita membangun loyalitas yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu kali penjualan,” jelasnya.

Kebiasaan sederhana seperti menghubungi beberapa klien, mitra, atau rekan kerja untuk sekadar menanyakan kabar juga dapat membantu menjaga hubungan tetap terjalin.

4. Tetap Konsisten Saat Menghadapi Tantangan

Setiap pengusaha pasti menghadapi tantangan. Mulai dari penjualan yang melambat, keraguan terhadap kemampuan diri sendiri, hingga perubahan tujuan bisnis.

Hal yang membedakan pengusaha sukses adalah kemampuan untuk tetap konsisten dan terus melangkah ketika menghadapi situasi sulit. Konsistensi bukan berarti harus bekerja tanpa henti, melainkan tetap menjalankan komitmen dan fokus meski kondisi tidak selalu nyaman.

Upaya yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu dapat membangun kepercayaan, kredibilitas, dan hasil yang nyata. Pengusaha juga dapat mencatat aktivitas setiap minggu, seperti komunikasi dengan calon pelanggan, pertemuan, hingga pencapaian tertentu.

Dengan begitu, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil akhir, tetapi juga pada proses dan upaya yang sudah dilakukan.

5. Mengapresiasi Setiap Kemajuan

Pengusaha umumnya memiliki orientasi kuat terhadap target. Namun, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akhir, tetapi juga kemampuan untuk menghargai perkembangan yang terjadi sepanjang perjalanan.

Mengapresiasi pencapaian kecil, seperti berhasil melewati minggu yang produktif atau mendapatkan terobosan baru, dapat membantu menjaga motivasi dan membangun rasa syukur.

Menurut Oktrianto, membuat kemajuan terlihat juga penting untuk mengingatkan diri sendiri maupun tim bahwa setiap langkah memiliki arti. Salah satu caranya adalah menuliskan satu pencapaian dan satu pelajaran yang diperoleh setiap akhir pekan.

Kewirausahaan saat ini semakin beragam. Para pengusaha tidak hanya dituntut mampu melihat peluang, tetapi juga harus adaptif terhadap perubahan, membangun hubungan yang kuat, dan memiliki tujuan yang jelas.

Oktrianto mengatakan, kebiasaan yang sama terus terlihat pada pengusaha yang mampu mempertahankan kesuksesan dalam jangka panjang.

“Mereka membuktikan bahwa konsistensi, rasa ingin tahu, dan kemampuan membangun hubungan bukan sekadar strategi bisnis, tetapi merupakan fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” pungkasnya.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah