← Beranda
Teknologi Jadi Kunci Baru untuk Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas
Rian AlfiantoJumat, 21 Agustus 2026 | 08.23 WIB
Ilustrasi teknologi mendukung UMKM perkebunan naik kelas. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) dan drone dinilai bisa menjadi pengungkit baru bagi UMKM sektor perkebunan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, hingga daya saing. 

Peluang ini menjadi perhatian Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di tengah semakin kuatnya kebutuhan hilirisasi komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk mempercepat pengembangan UMKM perkebunan. 

Baca Juga: Traktir Driver Jadi Cara Menghargai Ojol, Pengemudi Tambah Semangat

Menurut dia, pelaku usaha perlu mulai melihat teknologi bukan sekadar sebagai alat produksi, tetapi sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis.

“Jadi, kita datang ke sini supaya Badan Pengelolaan Dana Perkebunan semakin dikenal luas, khususnya di komunitas teknologi. Mulai dari kecerdasan buatan, teknologi drone, dan berbagai macam teknologi lainnya,” ujar Helmi di Jakarta.

Menurut Helmi, pertemuan antara sektor perkebunan dan komunitas teknologi membuka peluang kolaborasi yang selama ini masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan. 

Baca Juga: Menko Airlangga Buka Suara Soal Potensi Perubahan Desil Kesejahteraan Penerima Bansos

AI, drone, dan teknologi lainnya dapat diterapkan untuk menjawab berbagai kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pengelolaan produksi hingga pengembangan produk.

“Kami berharap UMKM, khususnya UMKM di sektor perkebunan, UMKM kelapa, dan UMKM sawit dan kakao, bisa memanfaatkan teknologi yang ada di sini. Sektor perkebunan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, khususnya dari sisi UMKM,” tambah Helmi.

Dorongan tersebut menjadi semakin relevan karena sektor perkebunan tidak hanya dituntut menghasilkan komoditas mentah.

Hilirisasi membuat pelaku usaha perlu menciptakan produk dengan nilai tambah lebih tinggi sekaligus mampu bersaing di pasar yang semakin mengandalkan teknologi.

Pemanfaatan teknologi juga berpotensi membantu UMKM mengatasi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan efisiensi produksi, pengelolaan data, pemasaran, hingga pemantauan kegiatan perkebunan. 

Drone, misalnya, dapat dikembangkan untuk mendukung pemantauan lahan, sedangkan AI berpeluang dimanfaatkan untuk analisis data dan pengambilan keputusan bisnis.

Baca Juga: IHSG ditutup menguat ikuti bursa kawasan Asia dan global

“Kami berharap teknologi kecerdasan buatan, teknologi drone, dan berbagai macam teknologi lainnya dapat berkolaborasi untuk terus memajukan UMKM perkebunan Indonesia dan tujuan akhirnya adalah berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto,” kata Helmi.

Isu pemanfaatan teknologi tersebut dibawa BPDP dalam Indonesia Research and Innovation Expo (InaRI Expo) 2026 yang terintegrasi dengan rangkaian Indonesia Technology & Innovation (INTI) 2026.

Acara berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. Kehadiran BPDP dalam ajang tersebut tidak sebatas memperkenalkan program.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun untuk Alihkan PPPK jadi Pegawai Pemerintah Pusat

Produk UMKM dari sektor pangan, kesehatan, hingga kriya turut ditampilkan untuk memperlihatkan bagaimana komoditas perkebunan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Integrasi dengan ekosistem INTI mempertemukan sektor perkebunan dengan komunitas dan pelaku teknologi, termasuk bidang AI dan teknologi drone.

BPDP menargetkan informasi yang dibawa dalam kegiatan tersebut dapat menjangkau sedikitnya 1.000 pengunjung secara langsung dengan potensi total jangkauan sekitar 6.000 pengunjung. 

Baca Juga: Bakom Bantah Rumor BI bakal jadi Bagian dari Pemerintah

Lebih jauh, jejaring yang terbentuk diharapkan tidak berhenti pada pameran, tetapi berkembang menjadi kerja sama teknologi yang memberi dampak nyata bagi UMKM perkebunan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah