← Beranda
Menko Airlangga Buka Suara Soal Potensi Perubahan Desil Kesejahteraan Penerima Bansos
Djati WaluyoJumat, 21 Agustus 2026 | 00.48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan pada konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan penetapan desil kesejahteraan mengacu pada hasil survei ekonomi dan data tunggal social dan ekonomi nasional (DTSEN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan data tersebut digunakan pemerintah untuk menyalurkan bantuan social (bansos) kepada masyarakat.

“Sekarang kan sedang ada economic survey (Survei Ekonomi 2026)). Kemaren kan khusus untuk desil ekonomi basisnya DTSEN,” ujar Airlangga kepada wartawan, Kamis (20/8).

Baca Juga: Tak Sekadar Jodoh, 10 Kombinasi Weton Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan

Airlangga mengatakan, penyaluran bansos saat ini menggunakan satu data yang bersumber dari DTSEN. Sementara itu, pemerintah juga tengah melakukan Survei Ekonomi 2026 untuk memperbarui informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Sekarang bansos menggunakan satu data dari DTSEN, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan sehingga kita lihat hasilnya bagaimana,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah pelaksanaan Survei Ekonomi 2026 berpotensi menyebabkan perubahan data desil kesejahteraan, Airlangga menegaskan bahwa data sosial dan ekonomi bersifat dinamis.

“Data kan sifatnya dinamis,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi salah satu elemen yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan desil kesejahteraan keluarga Indonesia.

Baca Juga: IHSG ditutup menguat ikuti bursa kawasan Asia dan global

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Nashrul Wajdi, mengatakan penentuan desil menggunakan banyak variable dan salah satunya adalah data yang terkumpul pada Sensus Ekonomi 2026.

“(Sensus Ekonomi menjadi satu elemen menentukan desil) Bisa, tapi, bukan satu-satunya sumber,” ujar Nashrul kepada JawaPos.com, Kamis (20/8).

Nashrul mengatakan Sensus Ekonomi 2026 saat ini masih dalam tahap pendataan lapangan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pada tahap tersebut, BPS berfokus memastikan seluruh unit ekonomi tercatat dalam sensus.

Dia menjelaskan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Setelah seluruh data terkumpul, BPS akan melanjutkan proses ke tahap pengolahan data.

“Target penyelesaian pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 adalah Agustus 2026. Setelah itu masuk ke tahapan pengolahan data. Kemungkinan awal tahun depan hasilnya sudah ada,” ucapnya.

EDITOR: Bintang Pradewo