← Beranda
Ternyata Sensus Ekonomi 2026 jadi Salah Satu Elemen Penentu Desil Kesejahteraan, Ungkap BPS
Djati WaluyoKamis, 20 Agustus 2026 | 22.32 WIB
Petugas Sensus Ekonomi mewawancarai sejumlah pedagang di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (2/7). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi salah satu elemen yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan desil kesejahteraan keluarga Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Nashrul Wajdi, mengatakan penentuan desil menggunakan banyak variable dan salah satunya adalah data yang terkumpul pada Sensus Ekonomi 2026.

“(Sensus Ekonomi menjadi satu elemen menentukan desil) Bisa, tapi, bukan satu-satunya sumber,” ujar Nashrul kepada JawaPos.com, Kamis (20/8).

Nashrul mengatakan Sensus Ekonomi 2026 saat ini masih dalam tahap pendataan lapangan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pada tahap tersebut, BPS berfokus memastikan seluruh unit ekonomi tercatat dalam sensus.

Dia menjelaskan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Setelah seluruh data terkumpul, BPS akan melanjutkan proses ke tahap pengolahan data.

“Target penyelesaian pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 adalah Agustus 2026. Setelah itu masuk ke tahapan pengolahan data. Kemungkinan awal tahun depan hasilnya sudah ada,” ucapnya.

Variabel Penentu Desil

BPS mencatat penentuan desil kesejahteraan tidak hanya ditetapkan berdasarkan pendapatan atau pengeluaran satu keluarga.

Penentuan desil mempertimbangkan sejumlah variabel yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga secara lebih menyeluruh. Adapun, berdasarkan data yang diterima JawaPos.com, BPS menggunakan 41 variable untuk menentukan desil kesejahteraan keluarga.

Puluhan variabel tersebut mencakup identitas keluarga, kondisi perumahan, kepemilikan aset, hingga karakteristik setiap anggota keluarga. Berikut daftar 41 variabel yang digunakan BPS dalam menentukan desil kesejahteraan:

1. Keterangan Identitas Keluarga

1. Nama, NIK, dan No KK Kepala Keluarga
2. Jumlah anggota keluarga sesuai KK dan hasil pendataan
3. Alamat
4. Kesesuaian alamat dengan alamat pada KK
5. Geotagging*

2. Keterangan Perumahan

6. Jumlah dan No. KK keluarga dalam satu rumah/tempat tinggal
7. Jenis bangunan tempat tinggal
8. Status kepemilikan bangunan dan bukti kepemilikan tanah
9. Perkiraan nilai sewa/kontrak
10. Luas lantai
11. Jenis dan kondisi lantai terluas
12. Jenis dan kondisi dinding terluas
13. Jenis dan kondisi atap terluas
14. Kepemilikan fasilitas BAB
15. Jenis kloset
16. Tempat pembuangan akhir tinja
17. Sumber air minum utama
18. Sumber penerangan utama
19. Jumlah meteran, daya terpasang, dan ID Pelanggan PLN
20. Pengeluaran Listrik sebulan
21. Pengeluaran Pulsa dan Internet sebulan
22. Rata-rata pengeluaran keluarga
23. Foto rumah/tempat tinggal

3. Kepemilikan Aset Keluarga

24. Kepemilikan aset bergerak seperti tabung gas 3 kg dan 5,5kg, lemari es/kulkas, AC, emas, komputer/laptop/tablet, sepeda motor dan nilai asetnya, mobil dan nilai asetnya.
25. Kepemilikan aset tidak bergerak seperti lahan dan nilai asetnya, rumah dan nilai asetnya.

4. Keterangan Anggota Keluarga (individu)

26. No urut dan nama anggota keluarga
27. NIK anggota keluarga
28. Keberadaan anggota keluarga
29. Domisili individu
30. Jenis Kelamin
31. Tanggal lahir
32. Status perkawinan
33. Hubungan Dengan Kepala Keluarga
34. Partisipasi sekolah
35. Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki
36. Pendapatan rutin/tidak rutin dalam sebulan
37. Profesi Pekerjaan Utama
38. Status Kedudukan Dalam Pekerjaan Utama
39. Penyandang Disabilitas
40. Penyakit Kronis
41. Kepemilikan rekening aktif atau dompet digital

EDITOR: Estu Suryowati