← Beranda
Nasib Penugasan Manajer Kopdes Merah Putih Belum Jelas, ini Jawaban Pemkab Tuban
Dimas ChoirulRabu, 19 Agustus 2026 | 00.33 WIB
Ilustrasi Peserta Latsarmil Manajer Koperasi Merah Putih. (Kaltim Post)

 

 

JawaPos.com - Nasib penugasan manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Tuban hingga kini masih belum jelas alias menggantung.

Mereka dilaporkan belum menerima surat resmi maupun pemberitahuan tertulis terkait penerjunan para tenaga manajerial tersebut ke lapangan.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Abdul Afif mengungkapkan, bahwa hingga saat ini pihak dinas belum mendapatkan kabar resmi mengenai status aktif manajer Kopdes Merah Putih pascapelatihan. 

Kondisi ini berbeda ketimbang alur penerjunan Tenaga Pendamping dan Project Management Officer (PMO) Kopdes sebelumnya. Di mana surat keputusan dan pemberitahuan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) diterima langsung oleh dinas daerah sebelum personel diturunkan.

"Sedangkan untuk posisi manajer saat ini, meski pelatihannya diinformasikan sudah selesai, kami masih belum menerima surat pemberitahuan resmi," kata Afif saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, dilansir dari Radar Tuban (Jawa Pos Group), dikutip Selasa (18/8).

Tidak hanya soal penempatan, Diskopumdag Tuban mengaku belum mendapatkan rincian struktur kewenangan yang membawahi para calon manajer tersebut, apakah nantinya berinduk langsung di bawah Kemenkop atau PT Agrinas. 

“Mengenai penganggaran gaji serta skema beban kerja, seperti apakah satu manajer membawahi satu koperasi atau beberapa koperasi sekaligus, kami juga masih belum diinfokan oleh pemerintah pusat,” imbuhnya. 

Keterbatasan data daerah juga mencakup jumlah peserta asal Tuban yang melamar maupun lolos dalam seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk posisi manajer Kodpes Merah Putih ini. 

Menurut Afif, seluruh proses rekrutmen hingga pemetaan lokasi kerja sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat tanpa mengaitkan data ke dinas tingkat kabupaten.

Meski begitu, secara gambaran umum penempatan manajer nantinya diproyeksikan menyasar Koperasi Desa yang telah siap beroperasi secara fisik. 

Prioritas utama akan diberikan kepada Kodpes Merah Putih yang sudah memiliki gerai berdiri, ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras) lengkap, serta kesiapan lahan.

Ketidakpastian alur penempatan ini turut dirasakan oleh para peserta pelatihan manajer Kopdes Merah Putih. 

Fara, salah seorang peserta pelatihan asal Tuban membenarkan bahwa sampai saat ini seluruh lulusan pelatihan masih berada dalam posisi menunggu arahan lanjutan dari pusat.

"Kami masih menunggu informasi resmi dari pusat. Informasi awal yang kami terima, penempatan nantinya akan disesuaikan dengan domisili peserta masing-masing," tutur Fara.

Kondisi ini membuat pengoperasian penuh Kodpes Merah Putih di wilayah Kabupaten Tuban masih harus menunggu petunjuk teknis (juknis) serta kejelasan regulasi dari kementerian terkait sebelum para manajer dapat diterjunkan secara resmi.

EDITOR: Estu Suryowati