JawaPos.com - Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS) menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Valid Data Solusi.
Langkah ini diambil guna memfasilitasi dan mempercepat adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bagi para kontraktor di Indonesia.
Direktur PT Valid Data Solusi sekaligus pendiri Pengusaha AI Paul Gidiono menyatakan, kolaborasi ini lahir sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendampingi para pelaku usaha konstruksi.
Baca Juga: Rosan Sebut Ada Respons Positif Investor Asia Terhadap PFII
Menurut dia, sebagian besar masih kontraktor awam atau belum memahami pemanfaatan teknologi digital secara maksimal.
”Melalui MoU dengan APPEKNAS ini, saya akan langsung bertindak membuat aksi bahwa semua kontraktor yang tergabung dalam APPEKNAS bisa menghemat waktu minimal 2 jam dalam mengerjakan pekerjaannya, meskipun mereka sebelumnya belum paham masalah teknologi,” ujar Paul Gidiono.
Menjembatani Kontraktor Konvensional ke Era Digital
Paul menegaskan, peran utama pihaknya dalam kemitraan ini adalah sebagai jembatan (bridging) antara dunia kontraktor tradisional yang masih mengandalkan proses manual dengan pemanfaatan teknologi AI mutakhir.
Baca Juga: Cukai Rokok Bakal Diberlakukan Layer Baru, Menkeu Siap Bahas Bersama DPR Usai 17 Agustus
Latar belakang kerja sama ini, lanjut dia, sejalan dengan dorongan pemerintah melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang terus memacu inovasi dan transformasi digital di sektor jasa konstruksi.
Untuk mendukung inisiatif ini, Paul mengungkapkan, timnya didukung 10 karyawan internal serta integrasi lebih dari 50 sistem/agen AI (AI workforce) yang siap membantu operasional pelatihan dan pendampingan bagi kontraktor.
Program Kerja 30 Hari dan Otomasi Pekerjaan Konstruksi
Sebagai langkah awal pasca penandatanganan MoU, pihaknya akan menggelar rangkaian webinar gratis bagi para anggota APPEKNAS.
Selain itu, diluncurkan pula program pendampingan intensif 30 Hari Kerja Pertama.
Melalui program tersebut, para kontraktor akan dibekali keahlian dasar hingga tingkat lanjut. Di antaranya komunikasi AI bertahap, cara berkomunikasi dan memberikan instruksi (prompting) ke AI menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari.
Selain itu, otomasi dokumen dan proyek, otomasi pembuatan rencana anggaran biaya (RAB) dan perancangan desain awal proyek.
Baca Juga: OJK Tunggu Perpres untuk Tentukan Komoditas yang Diperdagangkan di BMKS
”Apa yang selama ini mereka kerjakan secara manual dalam waktu lebih dari 5 jam, bisa diselesaikan oleh AI hanya dalam waktu 1 hingga 2 jam saja. Dalam 30 hari ke depan, kami jamin para kontraktor yang tadinya awam akan berubah 180 derajat dan mahir menggunakan teknologi ini demi kemajuan industri konstruksi Indonesia,” ungkap Paul.