← Beranda
Tugu Insurance Pimpin Konsorsium Asuransi Blok Masela
Dimas ChoirulJumat, 14 Agustus 2026 | 01.54 WIB
Gedung PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance Jakarta. (Istimewa).

JawaPos.com — Proyek pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela senilai USD 20,9 miliar atau sekitar Rp355 triliun menjadi perhatian industri asuransi karena membutuhkan kapasitas perlindungan risiko dalam skala besar. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance dipercaya memimpin konsorsium asuransi yang memberikan proteksi terhadap proyek migas strategis tersebut.

Direktur Teknik Tugu Insurance Fadlil Iswahyudi mengatakan, keterlibatan perseroan merupakan bagian dari mandat untuk memberikan perlindungan asuransi bagi proyek strategis nasional yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE).

“Di SKK Migas ada konsorsium asuransi, dan Tugu Pratama menjadi leader-nya. Di dalam konsorsium tersebut ada beberapa perusahaan asuransi lain yang ikut terlibat,” ujar Fadlil dalam Media Meet Up, Kamis (6/8).

Sebagai pemimpin konsorsium, Tugu Insurance bertanggung jawab mengoordinasikan perusahaan-perusahaan anggota untuk memastikan kebutuhan perlindungan asuransi proyek dapat dipenuhi.

Fadlil menjelaskan, pengembangan Blok Masela memiliki kompleksitas tinggi lantaran skala proyek dan nilai aset yang harus mendapatkan perlindungan sangat besar. Proyek tersebut bahkan berpotensi menjadi salah satu proyek offshore terbesar di dunia.

Baca Juga: Gelar Pubex 2025, Tugu Insurance Pertahankan Kinerja Solid dan Perkuat Aspek ESG

Kondisi itu membuat kebutuhan kapasitas asuransi tidak cukup dipenuhi oleh pasar domestik. Perusahaan asuransi dan reasuransi global diperlukan untuk menanggung berbagai risiko yang melekat pada proyek tersebut.

“Nilai investasi proyek Masela diperkirakan lebih dari USD 20 miliar hingga USD 30 miliar. Sementara kapasitas pasar asuransi offshore global saat ini sekitar USD 5 miliar sampai USD 6 miliar,” jelasnya.

Besarnya nilai proyek membuat kapasitas dari sejumlah perusahaan asuransi di berbagai negara perlu dihimpun agar kebutuhan perlindungan Blok Masela dapat terpenuhi.

“Jadi kapasitas dari berbagai perusahaan di seluruh dunia akan dikumpulkan untuk meng-cover proyek Masela. Bisa dibayangkan betapa besarnya proyek ini,” kata Fadlil.

Menurut Fadlil, tantangan yang dihadapi Tugu bukan hanya mengoordinasikan kapasitas pasar asuransi global. Perseroan juga perlu memastikan terms and conditions perlindungan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan klien, sekaligus menjaga agar premi tetap kompetitif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, pemerintah telah melakukan groundbreaking proyek Lapangan Abadi Blok Masela pada 16 Juli 2026. Peletakan batu pertama tersebut menjadi tonggak baru bagi proyek strategis nasional yang telah melewati perjalanan panjang hampir tiga dekade sejak kontrak awal ditandatangani pada 1998.

Pengembangan Lapangan Abadi diperkirakan menelan investasi sekitar USD 20,9 miliar atau setara Rp355 triliun. Dengan nilai tersebut, Blok Masela menjadi salah satu proyek migas dengan skala investasi terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia.

Dari sisi kepemilikan, PT Pertamina Hulu Energi melalui PT Pertamina Hulu Energi Masela bersama PETRONAS Masela Sdn. Bhd. telah mengambil alih 35 persen participating interest (PI) yang sebelumnya dimiliki Shell Upstream Overseas Services (I) Limited.

Pasca transaksi tersebut, PHE Masela menguasai 20 persen PI Blok Masela, sementara PETRONAS Masela memiliki 15 persen PI.

Lapangan Abadi merupakan lapangan gas laut dalam dengan cadangan terbesar di Indonesia. Lapangan tersebut berada sekitar 160 kilometer dari lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, pada kedalaman laut sekitar 400 hingga 800 meter.

Kontrak production sharing contract (PSC) Blok Masela berlaku hingga 2055.

Dalam rencana pengembangannya, Lapangan Abadi ditargetkan menghasilkan liquefied natural gas (LNG) sebesar 9,5 juta metrik ton per tahun (MMTPA). Produksi gas pipa diproyeksikan mencapai 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), sedangkan produksi kondensat ditargetkan mencapai 35 ribu barel per hari.

Skala pengembangan dan besarnya nilai investasi tersebut membuat Blok Masela membutuhkan dukungan kapasitas asuransi global dalam jumlah signifikan untuk mengantisipasi berbagai risiko selama proyek berjalan.

Caption:
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) atau Tugu Insurance dipercaya memimpin konsorsium asuransi yang memberikan proteksi terhadap proyek migas strategis/(Istimewa).

EDITOR: Mohamad Nur Asikin