JawaPos.com - Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil mencatatkan transaksi fantastis senilai Rp 2.529.710.925.000 atau Rp 2,5 triliun.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang ini menjadi agenda keenam Jatim dengan provinsi lain pada 2026, dengan melibatkan 162 pelaku usaha: 62 dari Jawa Timur dan 100 dari Kalimantan Barat.
"Alhamdulillah, misi dagang dan investasi provinsi Jawa Timur dan provinsi Kalimantan Barat sukses digelar, total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp 2,5 Triliun," tutur Khofifah dalam keterangannya.
Dari transaksi fantastis tersebut, Rp 885.000.000.000 (Rp 885 Miliar) untuk capaian investasi, Rp 1.480.881.842.000 (Rp 1,4 triliun) transaksi Jawa Timur menjual, dan Rp 163.829.083.000 transaksi Jawa Timur membeli.
Transaksi penjualan Jatim mencakup berbagai komoditas unggulan dari sejumlah sektor. Produk yang diperdagangkan antara lain garam, olahan daging, kopi, telur, susu, rokok, benih hortikultura, jagung, serta pakan ikan dan udang.
Komoditas lainnya meliputi beras, gula, telur asin dan bebek, ikan patin, DOC, kambing dan domba, ikan kaleng, produk fesyen, kayu, pupuk asam amino, bawang merah, hingga cabai merah kering.
"Selain menjual, pelaku usaha Jatim juga membeli sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, meliputi kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan bagus, dan ikan toman," imbuhnya.
Selain perdagangan antarpelaku usaha, Misi Dagang antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat juga menghasilkan komitmen investasi dari perusahaan asal Jawa Timur di Kalimantan Barat.
Komitmen investasi tersebut, meliputi perluasan usaha industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak, dan perluasan usaha industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.
"Misi Dagang dan Investasi ini digelar untuk meningkatkan jejaring konektivitas dua daerah sekaligus menggali potensi kerja sama lebih lanjut yang bisa dijalin antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat," terang Khofifah.
Apalagi, kerja sama perdagangan Jatim dan Kalbar telah terjalin lama, termasuk Misi Dagang dan Investasi 2022 di Pontianak. Saat itu, misi dagang antara dua provinsi ini mencatatkan transaksi Rp 109,31 miliar.
"Capaian Misi dagang kali ini meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022. Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang," pungkas Khofifah.