JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa (11/8), setelah ditutup menguat 142 poin menjadi Rp 17.775 per dollar AS pada perdagangan Senin (10/8).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan Rupiah pada hari ini akan leih banyak dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri.
"Untuk perdagangan (12/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.700-Rp 17.750," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (11/8).
Ibrahim mengatakan, pengajuan nama Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif menjadi salah satu sentimen yang akan diperhatikan pelaku pasar.
Baca Juga: Tantangan Destry Damayanti jadi Gubernur BI: Jaga Rupiah dan Independensi
“Penunjukan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral,” ujarnya.
Selain itu, sentimen domestik juga datang dari perkembangan indeks kepercayaan konsumen.
BI mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali mengalami penurunan pada Juli 2026 menjadi 116,8, dari 117,8 pada Juni 2026.
Meski demikian, Ibrahim menilai tingkat IKK yang masih berada di atas level 100 menunjukkan konsumen Indonesia secara umum masih berada dalam kondisi optimistis.
Namun, tren penurunan selama tiga bulan terakhir mengindikasikan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi perekonomian dan menentukan keputusan konsumsi.
Baca Juga: Rupiah Menguat Tajam usai Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi prospek konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Jika pelemahan keyakinan konsumen terus berlanjut, rumah tangga berpotensi menahan belanja dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan.
“Dengan demikian, perkembangan IKK pada bulan-bulan berikutnya menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi,” ucapnya.