← Beranda
Butuh Investasi Rp 8.705 Triliun di 2027, Kemenkeu Berharap ke Pasar Modal
Djati WaluyoSenin, 10 Agustus 2026 | 19.48 WIB
Ilustrasi pasar modal. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Indonesia butuh investasi sebesar Rp 8.705 triliun di 2027. Pasar modal paling diharapkan untuk memenuhi investasi ini.

Sebab, APBN hanya mampu memodali investasi tahun depan hanya Rp 459 triliun, ditambah kontribusi BUMN dan Danantara sebesar Rp 330 triliun.

“APBN hanya mampu menjangkau sekitar Rp 459 triliun. Sebagian lagi oleh BUMN termasuk dan antara sebesar Rp 330 triliun. Sisanya sebagian besar harus berasal dari sumber pembiayaan swasta” ujar Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam HUT Pasar Modal, Jakarta, Senin (10/8).

Juda mengatakan, sekitar Rp 7.973 triliun atau sekitar 91 persen investasi hanya bisa berasal dari pembiayaan swasta melalui beberapa instrument, baik bank, pembiayaan lain, hingga pasar modal atau bursa efek Indonesia (BEI).

Baca Juga: Investasi Jalan Tol Sampai Rp 1.000 Triliun, ATI: Kurangi Beban APBN Lewat Swasta 

Menurut dia, pasar modal memiliki peran strategis sebagai sumber pembiayaan swasta.

Pasalnya, pasar modal dapat berfungsi untuk mempertemukan antara kebutuhan pembiayaan korporasi dan pemodal baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri.

“Ia (pasar modal) adalah jembatan yang menghubungkan kebutuhan pembiayaan korporasi dengan dana masyarakat. Ia adalah sumber pembiayaan yang efisien, transparan, dan berkeadilan,” ujarnya.

Menurut Juda, pasar modal memiliki peran penting sebagai katalis pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, pemerintah mendorong terwujudnya pasar modal Indonesia yang dalam, likuid, tepercaya, dan kredibel.

Baca Juga: Investasi USD 2,5 Miliar, Danantara Resmi Masuk Rantai Pasok Protein JBS Group

Hal tersebut dibutuhkan agar pasar modal Indonesia dapat berperan secara optimal dalam memfasilitasi investasi dan mendukung target-target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dalam kesempatan itu, Juda juga menyampaikan tiga pesan utama terkait pengembangan pasar modal Indonesia.

Salah satunya adalah perlunya pendalaman pasar modal di tengah berbagai tantangan global.

"Di tengah berbagai tantangan global, pasar modal kita telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik, walaupun ada up and down akhir-akhir ini," katanya.

Baca Juga: Investasi Jakarta Tembus Rp 173,6 Triliun, Jaksel Jadi Lokasi Favorit Investor

EDITOR: Bayu Putra