JawaPos.com - Perusahaan operator bandara asal India, GMR Airports Limited (GMR Airports) tertarik untuk memperluas investasi di sektor bandara Indonesia.
Itu setelah mereka bermitra dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Medan.
Business Chairman International Airports & Energy GMR Group, Srinivas Bommidala, mengatakan perusahaan berkomitmen untuk memperluas investasi pada mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.
"Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN, karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana," ujar Bommidala, Selasa (4/8).
Baca Juga: Citroen Pamer Tiga Model Andalan hingga Simulator Formula E di GIIAS 2026
Bommidala menjelaskan, Indonesia adalah negara penting bagi India, dan memiliki hubungan sejarah yang kuat selama berabad-abad, bahkan sebelum kedua negara terbentuk.
"Karena misi kami adalah membangun platform penerbangan internasional yang terintegrasi dan tentu saja Indonesia sangat penting," ujarnya.
Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya telah melakukan aksi korporasi di Filipina, Yunani, termasuk Indonesia.
Di mana dalam lima tahun ini, GMR telah terlibat meningkatkan operasional sejumlah bandara. Teranyar adalah bandara Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram India.
Bandara yang diresmikan oleh Perdana Menteri India, Sri Narendra Modi tersebut diproyeksikan untuk menjadi salah satu gerbang penting yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.
"Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini adalah bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya," kata SGK Kishore, Direktur Eksekutif dan Kepala Inovasi GMR.
Saat ini, investasi GMR Airports di Indonesia diwujudkan melalui kemitraan dengan PT Angkasa Pura II atau sekarang InJourney Airports.
Kerja sama ini dilakukan lewat pendirian perusahaan patungan (joint venture) PT Angkasa Pura Aviasi dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Dalam skema tersebut, GMR Airports menguasai 49 persen saham, sedangkan 51 persen sisanya dimiliki oleh InJourney.
Kemitraan ini bertujuan mengelola Bandara Kualanamu Medan menjadi salah satu hub penerbangan internasional utama di kawasan barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas dengan Asia Selatan.
Baca Juga: Sah! Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Resmi Ditetapkan Rp15 Ribu per 1 September