JawaPos.com - Emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) ditinggalkan salah satu direkturnya meski belum genap satu bulan melantai atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Melalui keterbukaan informasi, manajemen RANS mengumumkan Grandy Prajayakti, resmi mengajukan pengunduran diri pada 22 Juli 2026.
Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, mengatakan perseroan telah menerima surat pengunduran diri Grandy dengan alasan pribadi.
"Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi," ujar Rumunggu dikutip, Sabtu (25/7).
Rumunggu menegaskan langkah tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan maupun kondisi keuangan dan kelangsungan bisnis RANS.
"Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," ujarnya.
Lanjutnya, perusahaan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung menembus Auto Reject Atas (ARA), dengan naik 34,12 persen atau 58 poin ke posisi Rp 228 per saham dari harga penawaran Rp 170 per saham.
“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama RANS Nagita Slavina di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7) .
Dalam IPO, RANS menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga penawaran Rp 170 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana Rp 429,25 miliar.
Nagita mengungkapkan, dana hasil IPO akan digunakan diantaranya sekitar 37,61 persen atau senilai Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser, dan sebesar 19,80 persen atau senilai Rp 85 miliar untuk akuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia.