← Beranda
Dapat Rating AAA di Tiongkok, Kemenkeu Bidik Surat Utang USD 1 Miliar dari Panda Bond
Djati WaluyoRabu, 22 Juli 2026 | 14.50 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menargetkan penghimpunan dana hingga USD 1 miliar pada instrument obligasi berbasis Yuan atau Panda Bond, yang akan diluncurkan pada 23 Juli 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penerbitan surat utang ini merupakan langkah awal pemerintah dalam menjajaki pasar obligasi negeri panda.

“Terkait penerbitan Panda Bond, rencananya akan dilakukan pada 23 Juli dengan target awal sebesar 1 miliar dolar AS,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli, di Jakarta, Selasa (21/7).

Purbaya mengatakan, mengatakan keyakinan tersebut tak terlepas dari penilaian positif yang diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit terkemuka asal Tiongkok, Lianhe Credit Rating.

Baca Juga: Bantu Likuiditas Bank Daerah, Purbaya Pertimbangkan Taruh Dana Pemerintah di BPD

“AAA itu yang paling tinggi. Jadi di China peringkat utang kita itu yang mentok atas, rata kanan ya,” ujarnya.

Purbaya mengatakan, capaian tersebut merupakan sebuah hal penting untuk Indonesia. Pasalnya, Tiongkok merupakan salah satu negara dengan pasar yang cukup besar khususnya di sektor obligasi.

Ia menjelaskan, Lianhe Credit Rating memberikan peringkat tertinggi karena menilai ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 6 persen.

Juga memiliki fundamental yang solid, menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta mampu bertahan menghadapi guncangan eksternal.

Selain itu, Lianhe Credit Rating juga menilai rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB masih relatif rendah, didukung kapasitas pembayaran utang yang kuat serta cadangan devisa yang memadai.

Baca Juga: Raih Peringkat AAA, Menkeu Purbaya Sebut Utang Panda Bond Indonesia 'Mentok Atas'

“Dengan peringkat AAA tersebut, kami berharap penerbitan surat utang Indonesia di sana tidak akan mengalami kesulitan,” ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya mengatakan pemerintah Indonesia mendapatkan dukungan dari People's Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral Cina terkait rencana penerbitan Panda Bond di negeri Tirai Bambu itu.

Dukungan tersebut didapat setelah melakukan kunjungan dan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan Tiongkok, PBOC, AIIB, dan para investor untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ucapnya.

Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan Tiongkok maupun PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik Tiongkok.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: PFII Lengkapi Keuangan Domestik dengan Ekosistem Kelas Dunia

"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," ungkapnya.

 

EDITOR: Bayu Putra