JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan surat utang Indonesia Panda Bond mendapatkan peringkat AAA dengan outlook stabil oleh lembaga pemeringkat Lianhe Credit Rating.
Ia meyakini, peringkat AAA mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta meningkatkan kepercayaan investor di pasar obligasi negeri tirai bambu.
“AAA itu yang paling tinggi. Jadi di China peringkat utang kita itu yang mentok atas, rata kanan ya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli, di Jakarta, Selasa (21/7).
Baca Juga: Serangan AS Masuk Malam ke-10, Iran Balas Serang Pangkalan Militer dan Kapal Tanker di Selat Hormuz
Purbaya mengatakan, capaian tersebut merupakan sebuah hal penting untuk Indonesia. Pasalnya, Cina merupakan salah satu negara dengan pasar yang cukup besar khususnya di sektor obligasi.
Ia menjelaskan, Lianhe Credit Rating memberikan peringkat tertinggi karena menilai ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 6 persen, memiliki fundamental yang solid, menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara, serta mampu bertahan menghadapi guncangan eksternal.
Selain itu, Lianhe Credit Rating juga menilai rasio utang pemerintah Indonesia terhadap PDB masih relatif rendah, didukung kapasitas pembayaran utang yang kuat serta cadangan devisa yang memadai.
“Dengan peringkat AAA tersebut, kami berharap penerbitan surat utang Indonesia di sana tidak akan mengalami kesulitan,” ujarnya.
Baca Juga: Terungkap, Rudal Iran Ternyata Porak-porandakan Pangkalan Militer AS di Yordania
Sebelumnya, Purbaya mengatakan pemerintah Indonesia mendapatkan dukungan dari People's Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral Cina terkait rencana penerbitan Panda Bond di negeri Tirai Bambu itu.
Dukungan tersebut didapat setelah melakukan kunjungan dan melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, AIIB, dan para investor untuk memperluas akses pembiayaan serta memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
"Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat," ucapnya.
Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung proses penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan domestik China.
"Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat," ujarnya.