← Beranda
Cara Masyarakat Mengakses Layanan Keuangan Terus Berubah, Ekosistem Integrasi Kian Diminati
Dimas ChoirulJumat, 10 Juli 2026 | 01.07 WIB
Ilustrasi ekosistem digital. (Freepik)

JawaPos.com - Layanan keuangan digital kini semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Survei Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 menunjukkan masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman digital bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berbelanja secara cicilan tanpa kartu kredit, serta karena proses pengajuannya yang mudah dan cepat. 

Perubahan perilaku ini mendorong ekspektasi masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang dapat diakses secara praktis melalui aplikasi yang telah mereka gunakan setiap hari.

"Cara masyarakat mengakses layanan keuangan terus berubah. Mereka tidak lagi hanya mencari produk yang bermanfaat dan terpercaya, tetapi juga pengalaman yang sederhana dan mudah dijangkau melalui platform yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka," kata Direktur Bisnis Superbank, Sukiwan di Jakarta, Kamis (9/7).

Baca Juga: SiLPA APBD 2025 Surabaya capai Rp 516 Miliar, PAD 2026 Masih On the Track

Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah platform berkolaborasi membentuk ekosistem pinjaman yang mudah dan terintegrasi sesuai kebutuhan. 

Salah satunya Superbank dan OVO yang memperluas kolaborasi ekosistem dengan menghadirkan Pinjaman Atur Sendiri (PAS), produk pinjaman digital tanpa agunan dari Superbank yang memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menentukan jumlah pinjaman, tenor, dan tanggal jatuh tempo sesuai kebutuhan. 

Kini, PAS dapat diakses dan diajukan langsung melalui menu 'Pinjaman' di halaman utama aplikasi OVO, sehingga pengguna dapat memperoleh akses pembiayaan secara mudah, cepat dan nyaman.

Kolaborasi ini merupakan langkah lanjutan setelah keberhasilan peluncuran OVO Nabung by Superbank, yang telah digunakan oleh lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Mei 2026. Kini, keduanya memperluas kolaborasi ke layanan pembiayaan digital sehingga pengguna dapat menikmati layanan transaksi, tabungan hingga pembiayaan dalam satu ekosistem.

Baca Juga: Jadwal KRL Jogja-Solo Terbaru 2026 ke Stasiun Solo Balapan, Berangkat Pagi hingga Malam Cocok untuk One Day Trip

Strategi integrasi ekosistem tersebut juga terus menunjukkan hasil yang positif. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Superbank tumbuh lebih dari 59 persen secara tahunan (YoY), didorong oleh semakin eratnya integrasi dengan ekosistem Grab dan OVO.

Saat ini, lebih dari 60 persen nasabah Superbank juga merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan keuangan yang terhubung dengan platform digital yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

"Kami melihat pengguna semakin menginginkan pengalaman keuangan digital yang lebih praktis dalam satu aplikasi," kata Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, OVO, Asep Haekal. 

Ke depan, inovasi akan terus dihadirkan, sebagai solusi yang memudahkan masyarakat mengelola kebutuhan finansial, mulai dari transaksi, menabung, hingga pembiayaan, dalam pengalaman yang semakin sederhana, aman, dan terpercaya.

EDITOR: Bintang Pradewo