Jawapos.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan badan usaha milik negara (BUMN) tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba, tetapi harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Rosan mengatakan, kehadiran BUMN harus mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor komersial, hingga korporasi.
"BUMN semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan, dari UMKM, komersial maupun korporasi," ujar Rosan dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (3/7).
Baca Juga: Ganindra Bimo: Pemain Diaspora ke Super league Indonesia Tak Bisa Dinilai Turun Level, Ini Alasannya
Rosan mengatakan, hal tersebut sejalan dengan arah transformasi yang tengah dijalankan di berbagai BUMN. Perubahan tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga mencakup restrukturisasi organisasi, konsolidasi bisnis, hingga perbaikan model usaha agar perusahaan.
PT Pupuk Indonesia, misalnya, mengubah skema subsidi dari model cost-plus menjadi mark-to-market. Langkah ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola risiko fluktuasi harga komoditas sekaligus meningkatkan profitabilitas secara lebih adaptif.
Di sektor energi, PT Pertamina (Persero) mengonsolidasikan Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Pertamina International Shipping (PIS) ke dalam Subholding Downstream.
“Langkah tersebut ditempuh untuk menyederhanakan struktur bisnis, mengurangi tumpang tindih operasional, serta memperkuat sinergi di sektor hilir,” ucapnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Virgo 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Transformasi juga dilakukan PT Krakatau Steel melalui restrukturisasi utang, efisiensi operasional, dan penataan ulang portofolio bisnis. Hingga April 2026, perusahaan membukukan laba Rp 635 miliar setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatat kerugian Rp 981 miliar. Nilai utangnya juga turun dari USD 1,7 miliar menjadi USD 1,1 miliar.
Di sektor kawasan industri, transformasi mendorong peningkatan penyediaan lahan industri hingga 142 hektare sepanjang 2025. Pendapatan naik dari Rp 3,09 triliun menjadi Rp 3,81 triliun, sementara laba meningkat dari Rp 830 miliar menjadi Rp 1,3 triliun.
Kinerja tersebut turut diikuti kenaikan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) sebesar USD 400 juta hingga USD 500 juta serta penciptaan sekitar 10.000 lapangan kerja baru.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan efisiensi terbesar berasal dari penghapusan transaksi berlapis (layering transaction) antara perusahaan induk dan anak perusahaan.
"Efisiensi yang paling besar sebetulnya datangnya dari layering transaction, karena umumnya anak-anak perusahaan di dalam BUMN itu mengerjakan pekerjaan dari induknya. Itu kemudian menyebabkan inefisiensi," ujar Dony.
Menurut dia, konsolidasi diperkirakan menghasilkan penghematan sekitar Rp 30 triliun per tahun dari efisiensi operasional dan tambahan sekitar Rp 20 triliun dari penutupan anak perusahaan yang selama ini merugi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Taurus 4 Juli 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) juga mencatat laba Rp 1,48 triliun hingga April 2026 atau tumbuh 169 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 550 miliar. Peningkatan tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi di antara BUMN yang menjalankan transformasi.