← Beranda
Bingung Program MBG Berhenti Sementara, Relawan SPPG di Malang Cari Sampingan jadi Pelayan Warung STMJ
Dimas ChoirulKamis, 2 Juli 2026 | 03.25 WIB
Benidictus Brodjodianto, pengemudi distribusi MBG di SPPG Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, yang berada di bawah naungan Yayasan Batik Tulis Celaket. (Radar Malang)

 

JawaPos.com - Penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah berdampak pada sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Salah satunya Benidictus Brodjodianto, pengemudi distribusi MBG di SPPG Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, yang berada di bawah naungan Yayasan Batik Tulis Celaket.

"Ini sudah masuk minggu kedua libur," ujar Beni dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group), Rabu (1/7).

Beni mengatakan, selama distribusi MBG berhenti, dia tidak lagi memperoleh pendapatan harian dari pekerjaannya sebagai pengemudi.

Guna mencukupi kebutuhan keluarga, Beni kini bekerja paro waktu di sebuah gerai Susu Telur Madu Jahe (STMJ) di kawasan Blimbing. Ia juga menerima pekerjaan sebagai pengisi suara untuk sejumlah produk.

Beni harus mencari tambahan penghasilan karena menjadi tulang punggung keluarga yang menghidupi istri dan tiga anak.

"Namun oleh yayasan kami tetap diberdayakan untuk melakukan maintenance SPPG. Kalau saya dijanjikan ikut maintenance lima hari," katanya.

Menurut Beni, kondisi serupa juga dialami sejumlah rekannya di SPPG. Selama operasional berhenti, mereka kembali menjalani profesi yang pernah digeluti sebelumnya, mulai pelatih sepak bola, asisten rumah tangga, buruh bangunan, pekerja harian, hingga tenaga penjualan.

"Yayasan bilang ini cuma berlangsung tiga pekan," ucapnya.

Setelah masa libur sekolah berakhir, operasional SPPG dijadwalkan kembali normal. Dapur MBG di Bunulrejo nantinya kembali melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yang tersebar di 17 titik distribusi.

 

EDITOR: Estu Suryowati