JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan normal di seluruh Indonesia. Pernyataan ini sekaligus membantah kabar viral yang menyebutkan operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah, termasuk Bogor dan Tangerang, terpaksa berhenti total akibat saldo Virtual Account (VA) yang belum di-top up.
Kabar penghentian operasional tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat program MBG menyasar anak sekolah, pesantren, hingga kader Posyandu. Namun, pihak BGN langsung meluruskan kesalahpahaman yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat.
BGN Pastikan Dana SPPG Sudah Dicairkan
Isu mengenai mandeknya operasional SPPG dipicu oleh sebuah pesan berantai yang mengeklaim dana operasional belum ditransfer oleh pemerintah pusat.
Kepala BGN Nanik S. Deyang menegaskan bahwa rumor penghentian pengiriman dana bantuan pemerintah (Banper) tersebut sama sekali tidak berdasar.
"Saat ini muncul berbagai informasi di media sosial, di WA, dll, tentang dihentikannya pengiriman dana Banper MBG ke SPPG-SPPG di seluruh Indonesia, sebagai dampak pergantian kepemimpinan di BGN. Saya tegaskan bahwa informasi dan berita itu tidak benar," ujar Nanik kepada JawaPos.com, Senin (8/6).
Pihak BGN menjelaskan bahwa proses administrasi berjalan sesuai prosedur. Bahkan, langkah konkret penyerapan anggaran operasional untuk seluruh wilayah sudah dirampungkan dalam pekan ini.
Tata Kelola Program MBG Diperbaiki demi Efisiensi APBN
Meskipun membantah adanya mogok operasional secara massal, BGN tidak menampik adanya penyesuaian di internal organisasi. Di bawah kepemimpinan yang baru, BGN saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas program pangan nasional ini.
"Memang ada rencana perbaikan tata kelola program MBG agar tujuan program tercapai dengan mengefisienkan APBN," katanya.
Ada empat poin utama dalam rencana perbaikan tata kelola yang sedang digodok oleh manajemen BGN:
1. Refocussing penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran.
2. Moratorium dapur pada titik-titik baru untuk memaksimalkan fasilitas yang ada.
3. Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM.
4. Merealisasikan program MBG untuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dengan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.
Top Up Saldo VA Serentak Se-Indonesia
Seluruh kendala teknis mengenai saldo Virtual Account yang dikeluhkan di lapangan dipastikan sudah selesai pada Jumat (5/6) kemarin.
"Pada hari Jumat tgl 5 Juni telah dilakukan pencairan MBG. Banyak berita di luar yang tidak benar," tegasnya.
Baca Juga: Terkait Pergantian Kepala BGN, Hasan Nasbi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum di Pemerintahan Prabowo
Melalui instruksi tersebut, BGN meminta seluruh jajaran dari tingkat regional hingga kecamatan untuk aktif mengedukasi masyarakat, sekolah, dan pesantren mitra agar tidak termakan hoaks yang beredar. Pihak berwenang menjamin pasokan makanan bergizi untuk anak-anak tetap tersalurkan tanpa hambatan logistik maupun anggaran.