JawaPos.com - Nama Afifuddin Suhaeli Kalla mendadak jadi sorotan di media sosial jelang debat ketiga calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Di jejarinh X, hashtag SjafrieSAfiekalla Afi Kalla Makassar menjadi trending topic global.
Pelaksanaan debat ketiga digelar pada 3 Juni 2026. Afi diketahui sebagai calon nomor urut 3. Ramainya hastag tersebut menggambarkan dukungan tokoh Makassar, Sjafrie Sjamsoeddin kepada Afi.
Di media sosial publik meninggalkan komentar soal kiprah keponakan eks Wapres Jusuf Kalla tersebut. Publik menilai, Afi memiliki gagasan pembangunan ekonomi yang baik.
"Afi Kalla Makasar dikenal melalui berbagai kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. kehadirannya sebagai figur sulawesi selatan diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan perubahan yang positif. #SjafrieSAfiekalla," tulis akun @cersyre.
Baca Juga: Tak Nafkahi Usai Dipersulit Bertemu Anak-anak, Ruben Onsu Beri Pernyataan Menohok
Adapula warganet yang menganggap Afi dekat dengan masyarakat. Afi dipercaya memahami betul kondisi masyarakat di daerah.
"Afi Kalla Makasar dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat dan paham kebutuhan daerah. Dengan pengalaman serta kepeduliannya, beliau dinilai mampu mendorong perubahan positif untuk kemajuan Sulawesi Selatan. #SjafrieSAfiekalla," tulis akun @EzraPramudya_.
Atas dasar itu, Afi dinilai cocok memimpin HIPMI. Organisasi pengusaha tersebut membutuhkan sosok yang mampu menyatukan semangat muda.
"HIPMI membutuhkan figur yang mampu menyatukan semangat pengusaha muda dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Afi Kalla Makassar hadir dengan semangat tersebut dan terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. #SjafrieSAfiekalla," kata akun @MubarokIzu29292.
Sementara, Afi menenkan bahwa HIPMI adalah mitra pemerintah. Oleh karena itu, organisasi perlu terlibat mengawal regulasi yang dibuat pemerintah agar sesuai kepentingan rakyat.
"Hipmi adalah mitra strategis pemerintah. Ini merupakan amanah konstitusi. Tugas kita adalah mengawal regulasi agar berpihak kepada pengusaha muda serta IKM dan UMKM," kata Afi.
Dia menyebut kader HIPMI dari Sabang sampai Merauke, harus naik kelas. Yakni, melalui ekosistem digital yang memberikan akses kepada pengusaha muda yang ada di seluruh Indonesia
"Salah satu tantangan terbesar hari ini adalah keberlanjutan. Kita sering mendengar kata-kata keberlanjutan. Karena itu saya akan bawa HIPMI ESG dan Green Finance untuk menjadi pelatihan, sertifikasi termasuk akses ke green horn," tegas Afi.