← Beranda
Penumpang Whoosh Meningkat 15 Persen di Long Weekend Hari Lahir Pancasila, Diproyeksi Tembus 20 Ribu Orang Hari Ini
R. Nurul Fitriana PutriSabtu, 30 Mei 2026 | 23.41 WIB
ILUSTRASI: Penumpang whoosh meningkat saat libur long weekend. (Dok KCIC)

JawaPos.com – Volume penumpang Kereta Cepat Whoosh mengalami lonjakan selama periode libur panjang atau long weekend yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memproyeksikan jumlah pengguna Whoosh pada Sabtu (30/5) dapat menembus 20 ribu penumpang atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan hari biasa.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa menyampaikan hingga pukul 10.00 WIB, penjualan tiket Whoosh telah mencapai sekitar 12 ribu tiket. Tingginya minat perjalanan juga terlihat dari okupansi keberangkatan dari Stasiun Halim, dimana jadwal keberangkatan pukul 07.00 hingga 12.00 WIB telah mencatat okupansi di atas 80 persen.

Baca Juga: Jelang FIFA Matchday Juni 2026, Calvin Verdonk dan Nathan Tjoe-A-On Jalani Latihan Bersama

"Peningkatan volume penumpang didominasi perjalanan dari Jakarta menuju Bandung untuk berlibur," kata Eva dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Dia membeberkan bahwa lonjakan penumpang selama long weekend didukung oleh berbagai fasilitas yang disediakan untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Whoosh, kata Eva, menyediakan berbagai fasilitas pendukung kebutuhan perjalanan penumpang salah satunya layanan pengisian daya atau stop kontak di area ruang tunggu stasiun maupun di dalam kereta untuk berbagai perangkat penumpang.

Baca Juga: Persib Bandung Masuk Daftar FIFA Registration Ban, Klub Ungkap Penyebab Sebenarnya

Menurutnya, fasilitas stop kontak dapat dimanfaatkan untuk mengisi daya berbagai perangkat elektronik pribadi. Seperti telepon genggam, laptop, tablet, hingga power bank selama penggunaannya tidak mengganggu keselamatan, operasional, maupun kenyamanan penumpang lain.

KCIC juga mengingatkan penumpang agar tidak menggunakan terminal listrik tambahan, perangkat berdaya besar, atau perangkat hasil modifikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan bersama.

"Penumpang juga diminta untuk tidak memaksa mencabut atau melepas perangkat dan tidak meninggalkan perangkat elektronik yang sedang diisi daya tanpa pengawasan," pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo